Wednesday, 21 November 2018

Mencari Terobosan Penuhi Target Pajak Reklame

Senin, 1 Agustus 2016 — 7:55 WIB
Reklame yang tidak sesuai aturan ditertibkan

Reklame yang tidak sesuai aturan ditertibkan

TAMANSARI (Pos Kota) – Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar) terus berusaha mencari terobosan untuk memenuhi target penerimaan pajak reklame tahun 2016.

Hal ini mengingat adanya potensi penurunan penerimaan pajak reklame terkait Pergub No. 244 tahun 2015 perihal petunjuk teknis penyelenggaraan reklame.

Di mana 562 dari total 1.058 surat ketetapan pajak daerah (SKPD) pajak reklame jenis produk sebesar Rp 12, 12 miliar di wilayah Tamansari tidak dapat diperpanjang.

“Sebanyak 562 titik reklame yang terpasang di jalan protokol dan kawasan sentra bisnis, sesuai Pergub 244/2015 tidak dapat diperpanjang. Kondisi ini tentu berdampak pada penerimaan pajak reklame,” jelas Kepala UPPD Tamansari, Andri Kunarso, kemarin.

Sementara target penerimaan pajak reklame tahun 2016 tetap tidak berubah yaitu Rp 28,65 miliar. “Potensi penurunan penerimaan pajak reklame terkait Pergub No. 244/2015 sekitar 42,3 persen,” ucapnya.

Dalam Pergub No 244/2015 diatur sejumlah batasan penyelenggaraan reklame produk yang terpasang di luar ruang (outdoor) di Ibukota. Di mana di kawasan Kota Tua dan sentra ekonomi seperti kawasan pertokoan Pinangsia, Jembatan Baru, Asemka, Mangga Dua, Pangeran Jayakarta dan Pancoran Glodok masuk kategori kawasan tanpa penyelenggaraan reklame.
“Sedangkan sepanjang Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk masuk dalam kawasan kendali ketat penyelenggaraan rekame,” jelas Andri.

Dikatakan, pihak UPPD Tamansari terus berusaha mencari terobosan agar realisasi penerimaan pajak reklame dapat terpenuhi. Diantaranya dengan melaksanakan Rabu tertib penyelenggaraan reklame.

Selain itu melakukan ekstensifikasi pajak reklame di pusat perbelanjaan, pertokoan dan hunian apartemen. (Tarta)