Sunday, 15 September 2019

Pepen Bakal Mulus Pimpin Lagi DPD Golkar Bekasi

Selasa, 2 Agustus 2016 — 22:03 WIB
Ketua Umum Golkar Setya Novanto dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Bekasi, didampingi tokoh partai itu, Rahmat Effendi (Pepen)  dan kadernya, di Bekasi, Selasa (2/8). (ist)

Ketua Umum Golkar Setya Novanto dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Bekasi, didampingi tokoh partai itu, Rahmat Effendi (Pepen) dan kadernya, di Bekasi, Selasa (2/8). (ist)

BEKASI (Pos Kota) – Langkah Rahmat Effendi  (Pepen) menjadi Ketua DPD Golkar yang ketiga kali tampaknya bakal mulus. Hal ini tampak -meski masih pembukaan Musda IV 2016, namun dukungan kepada Walikota Bekasi ini sudah kuat.

Tak kurang Ketua Umum DPP Setyo Novanto menyatakan dukungan. Termasuk Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Keduanya, dalam sambutan Pembukaan Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi, di Pekayon (Selasa 2/8), menyatakan dukungannya.  “DPP sudah menyatakan dukungan agar Rahmat Effendi menjadi Ketua DPD,” kata Setyo Novanto.

Demikian pula Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedy Mulyadi, dalam orasi yang sangat bersemangat menyebut sangat ingin kebersamaan kader partai dalam membangun bangsa.

“Kalau Pak Pepen (sebutan Rahmat Effendi) menjadi ketua lagi, setuju nggak?” tanyanya yang langsung dijawab setuju.

Rahmat Effendi, dalam sambutannya, menyebut tidak bisa menolak untuk menjalankan amanah DPP agar menjabat lagi sebagai Ketua Umum DPD Golkar Kota Bekasi. “Saya sudah berkonsltasi ke DPP,” kata Walikota Bekasi ini.

Sekitar 1000 kader dan tokoh partai tampak hadir dalam pembukaan Musda IV ini. Begitu pun para petinggi partai politik juga hadir. Tapi tidak tampak kader atau perwakilan dari Partai Demokrasi Perjuangan Kota Bekasi.

Abdul Manan, Ketua Dewan Petimbangan Partai Golkar Kota Bekasi, mengatakan melakukan pendekatan kepada pengurus yang sudah melakukan road show ke seluruh kecamatan di Kota Bekasi. “Dari 12 kecamatan itu rata-rata semua mendukung Rahmat Effendi,” katanya.

Alasan pokoknya, katanya, selama menjadi Ketua DPD dinilai bisa meningkatkan suara. Sebagai Walikota juga dianggap berhasil. Pepen juga dianggap memiliki komunikasi yang baik dengan kader partai.  Hanya saja, katanya, mekanisme Musda tetap akan ditempuh. “Tidak ada peraturan yang membatasi masa jabatan,” katanya.

Manan menyebut alasan tidak ada regenerasi juga tidak relevan karena harus dipertimbangkan dengan faktor lain. Seperti kapabilitas, prestasi dan elemen lain. “Pak Rahmat ini masih memenuhi persyaratan dan kemampuan yang diinginkan,” katanya.

Sementara, sejumlah kader masih mempertanyakan karena alasan regenerasi. Disamping itu masih banyak kader yang berkemampuan namun tidak berani muncul dan bersaing. (chotim/win)