Friday, 20 April 2018

Sistem Ganjil-Genap, Ahok Senang Tak Ada Pemalsuan Plat

Selasa, 2 Agustus 2016 — 16:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia senang tak ada warga memalsukan plat nomor polisi seiring diberlakukannya sistem ganjil-genap. (ikbal)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia senang tak ada warga memalsukan plat nomor polisi seiring diberlakukannya sistem ganjil-genap. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Peraturan pembatasan kendaraan ganjil genap memasuki hari ketujuh, Selasa (2/8/2016). Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok senang karena tak ada yang memalsukan plas nomor polisi.

Ahok menilai penerapan sistem itu berjalan baik. Meskipun masih ada pelanggaran, hal ini tidak dipermasalahkan karena masih dalam tahap uji coba sampai 26 Agustus 2016.

“Ya bagus, artinya orang makin tau, makin sadar. Belum kelihatan juga yang memalsukan plat (nomor polisi),” ujarnya di Balaikota Jakarta.

Menurutnya, baiknya penerapan uji coba peraturan pembatasan kendaraan ganjil genap tidak lepas dari peran Ditlantas Polda Metro Jaya. Ahok mengapresiasi polisi dalam mengawal penerapan sistem ini hingga berjalan baik.

“Ini lebih oke. Saya kira Ditlantas perlu diapresiasi. Baik kerjanya,” pujinya.

(Baca: Ganjil-Genap Banyak Dilanggar, Ahok: Santai Saja)

Uji coba pembatasan kendaraan sistem ganjil genap dimulai dari 27 Juli 2016 sampai 26 Agustus 2016. Selama masa uji coba, pelanggar dikenai sanksi teguran tertulis.

Uji coba ini berlaku dari Senin sampai Jumat, pukul 07:00 hingga pukul 10:00 dan pukul 16:00 sampai pukul 20:00. Sistem ini diterapkan sampai sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) diterapkan di Jakarta. (ikbal/yp)