Tuesday, 20 November 2018

TKI asal Sukabumi Lebih Menyukai Malaysia

Selasa, 2 Agustus 2016 — 23:45 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SUKABUMI (Pos Kota) – Ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat cenderung meminati Malaysia sebagai negara untuk mengais rezeki. Faktornya selain masih dibukanya pekerjaan jalur informal, di Negeri Jiran itu juga bahasa yang dipakainya tidak terlalu sulit dipelajari para pahlawan devisa tersebut.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, periode Januari hingga Juni 2016 tercatat 339 warganya berangkat menjadi TKI. Dari jumlah itu, 120 TKI bekerja ke Malaysia, disusul 23 ke Hongkong, 51 ke Brunei, 57 ke Singapura, dan 79 ke Taiwan. Sementara ke Uni Emirat Arab yang menggunakan jalur formal tercatat ada sembilan orang.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Dindin Suwandi menilai banyaknya TKI yang ingin bekerja ke Malaysia lantaran bahasanya tidak begitu susah. Sehingga proses pelatihan keterampilan untuk para TKI tidak begitu memerlukan waktu lama. “Kalau ke Malaysia kan bahasanya melayu, jadi tidak begitu sulit untuk untuk mempelajarinya karena seperti bahasa sehari-hari orang Indonesia,” katanya.

Faktornya lainnya, lanjut Dindin, masih diperbolehkannya jalur informal ke Malaysia. Padahal sebelumnya warga Kabupaten Sukabumi lebih senang bekerja ke Arab Saudi. Hanya saja setelah moratorium, tidak bisa menerima jalur informal.

Di sisi lain, Dindin menuturkan dampak dari moratorium berimbas kepada jumlah TKI yang berangkat ke luar negeri. Moratorium berimbas kepada penurunan para pahlawan devisa. “Tahun ini ada penurunan TKI sekitar 50 persen dibanding 2015 dalam periode sama. Tahun ini, hanya 339 TKI yang terdata, kalau Januari hingga Juni tahun lalu itu sudah mencapai 625 TKI,” ungkapnya.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim mengatakan, menurunnya jumlah TKI ke luar negeri karena banyaknya lapangan pekerjaan di Kabupaten Sukabumi. Terlebih, gaji yang ditawarkan di dalam negeri dengan luar negeri tidak berbeda jauh. (sule)