Wednesday, 19 September 2018

Jokowi Sambut Presiden Guinea di Istana

Rabu, 3 Agustus 2016 — 15:46 WIB
Presiden Jokowi melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Guinea Alpha Condé, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8) siang. (setkab.go.id)

Presiden Jokowi melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Guinea Alpha Condé, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8) siang. (setkab.go.id)

JAKARTA (Pos Kota) – Tamu negara kedua dari Presiden Jokowi adalah Presiden Republik Guinea, Alpha Condé yang disambut di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8/2016). Dalam pertemuan antara Jokowi dan Conde dibahas hubungan Pertemuan Bilateral dan juga penandatangan nota kesepahaman kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya.

Dalam penjelasannya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Guinea sepakat untuk saling mendorong peningkatan perdagangan ekspor dan impor.

Retno menerangkan, peningkatan kerja sama ekonomi menjadi salah satu yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut. Selama di Indonesia, Presiden Condé juga sudah berkunjung ke beberapa perusahaan di Indonesia.

“Jokowi mendorong agar kiranya perdagangan ekspor impor dapat ditingkatkan dari Indonesia ke Guinea dan sebaliknya. Yang kedua, Presiden Guinea juga meminta agar investor Indonesia dapat menanamkan investasinya, terutama untuk dua bidang, yaitu bidang pertanian dan bidang pertambangan,” terang Retno.

Berdasarkan penuturan Retno, Guinea sendiri dikenal sangat kaya dengan beberapa sumber daya alam pertambangan seperti bauksit dan emas. Selain itu, di masa lalu Guinea merupakan lumbung padi di Afrika Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyetujui permohonan pengembangan kapasitas teknis dari Presiden Guinea terkait tiga bidang, yakni, pertanian, energi, dan penerbangan.

(johara/sir)