Wednesday, 24 July 2019

Ahok: Kalau Ada yang Lebih Baik, Kamu Pilih Saya Mah Kamu Bodoh

Jumat, 5 Agustus 2016 — 15:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok.

JAKARTA (Pos Kota) – Nama-nama penantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2017 terus bermunculan. Nama-nama tenar itu digadang bakal bisa bersaing dengan gubernur bernama panggilan Ahok itu.

Di antara nama yang terus bermunculan adalah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Kepala BNN, Budi Waseso, dan mantan Menko Maritim, Rizal Ramli. Namun sejauh ini baru nama Sandiaga Uno yang resmi diusung Partai Gerinda menjadi calon gubernur.
Menanggapi hal itu, Ahok santai. Menurutnya, sekarang lebih fokus bekerja. Jika kinerjanya dianggap baik maka dengan sendirinya warga akan memilihnya kembali.

“Kamu nggak usah pusingin, mau siapapun jadi gubernur. Lu santai aja. Selama kamu kerjanya bener, tinggal adu. Asal masyarakat cerdas juga ya. Kalau masyarakat nggak cerdas kamu mau ngapain?” ujarnya di Balaikota, Jumat (5/8/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada warga Jakarta. “Kalau ada yang lebih baik dari saya, lebih terbukti dari saya, kamu pilih saya mah kamu bodoh,” sambungnya. “Kamu harus pilih orang yang lebih baik, lebih jujur, lebih transparan sistemnya dari saya, supaya Jakarta lebih cepat majunya. Itu soal selera anda gitu lho.”

(Baca: Ahok: Kalau Petahana Kerjanya Bagus, Nggak Boleh?)

Ahok juga mengundang kepala daerah lain yang berprestasi mengikuti pilkada Jakarta. “Saya selalu bilang sama semua kepala daerah, kalau yang baik harus datang ke Jakarta supaya orang Jakarta punya pilihan. Dan ada efek untuk luar Jakarta, tau nggak apa? Nanti semua kepala daerah di luar jakarta, punya mimpi jadi gubernur, berarti dia harus kerja sebaik mungkin,” kata Ahok.

Bakal calon gubernur itu mengaku sering ber komunikasi dan berhubungan baik dengan kepala daerah lain. Bahkan yang disebut-sebut juga masuk radar beberapa partai sebagai calon gubernur Jakarta.

“Saya sering (komunikasi) baik-baik sama kepala daerah. Hampir semua, saya baik-baik. Kang Yoto (Suyoto, Bupati Bojonegoro), aku baik, (Walikota Bandung) Ridwan Kamil, semua saya punya kontaknya lho,” tutup Ahok.

Ahok telah memutuskan maju ke Pilkada DKI 2017 dengan menggunakan jalur partai politik. Gubernur petahana yang sebelumnya didukung relawan Teman Ahok ini didukung Parat Hanura, Nasdem dan Golkar. (ikbal/yp)