Tuesday, 20 November 2018

Walikota Depok Asli Beji, Anak Pesantren

Sabtu, 6 Agustus 2016 — 0:38 WIB
Walikota Depok Muhammad Idris. (anton)

Walikota Depok Muhammad Idris. (anton)

TERHARU, bangga dan senang bercampur menjadi satu. Senin, 25 Juli lalu, KH DR. M. Idris Abdul Somad, tepat berusia 55 tahun.

Orang nomor satu di pemerintahan Kota Depok ini, tak menduga saat menghadiri acara Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 dan Bulan Bakti Gotorng Royong Masyarakat (BBGRM) XII Tingkat Kota Depok. Dia menerima ucapan selamat ulang tahun.

Adalah sang istri Hj. Elly Farida yang kali pertama memberikan ucapan tersebut. Usai menghadiri acara, Idris, begitu Walikota Depok ini disapa, digiring ke aula lantai 10 Kantor Walikota Depok. Di sini dia disambut puluhan PNS yang telah mempersiapkan acara spesial buatnya.

“Sebagai istri, saya berharap Bapak semakin sayang terhadap keluarga. Sebagai Walikota, tetaplah istiqomah, teruslah melayani bukan dilayani, dan jaga kesehatan agar selalu dapat memberikan yang terbaik bagi warga Kota Depok,” pinta Elly Farida.

Tak sampai di situ, Ny. Elly kemudian memimpin doa di hari jadi suaminya itu dan ditutup dengan membacakan puisi. “Ini khusus saya hadiahkan kepada suami yang juga Walikota Depok,” kata nenek satu anak yang disambut meriah para PNS.

SEIKAT BUNGA

Usai membacakan puisi Ny. Elly memberikan seikat bunga lalu mencium tangan suaminya dan memeluknya. Disusul kemudian ratusan PNS memberikan ucapan selamat kepada pimpinannya itu. “Terima kasih, sama sekali tak tahu kalau hari ini, hari milad saya,” ucapnya.

Pria asli Beji, Kota Depok, kelahiran 25 Juli 1961 merupakan anak dari H. Abdul Somad asli Beji dengan ibunda Hj. Yumani binti Sholeh asli keturunan Cilodong, Depok. Dia cucu dari pasangan KH Hasbi dan Nyai Sigot sesepuh Beji. Dia menamatkan sekolah SD dan Madrasyah Ibtidiyah di Jakarta lalu masuk Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Enam tahuan mondok, dia melanjutkan studi ke Arab Saudi setelah mendapatkan bea siswa pada 1982. “Selama 15 tahun saya berada di Arab Saudi menyelesaikan pendidikan S-1, S-2 sampai S-3,” ujar kakek dan bapak enam anak ini.

Dia meraih doktor di Fakultas Syariah jurusan Tsaqofah Islamiyyah Universitas Imam Muhammad Ibn Saud, Ryad Arab Saudi lalu kembali ke Jakarta dan bekerja di Lembaga Pendidikan Penelitian dan Studi Islam (LP2SI) Al Haramain bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

BELAJAR POLITIK

Selama bekerja di yayasan itu, dia banyak belajar soal politik dari mantan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Bahkan dia direkrut menjadi kader Partai PKS. Meski terjun ke dunia politik, dia tetap melakukan dakwah ke pelosok nusantara. Pada 2002, bersama Hidayat Nur Wahid, mendirikan Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) yang kini berada di 30 propinsi.

“Kehadiran IKADI memiliki misi menyatukan persepsi para dai, mengukur peta serta dakwah yang terukur dalam memberikan pendidikan dakwah di Indonesia, khususnya pemberdayaan guru dan ustadz,” tuturnya.

Berbagai pengalaman, pendidikan serta ilmu yang didapat dari berbagai organisasi yang pernah digelutinya membuat Muhammad Idris didapuk menjadi Sekretaris MUI Kota Depok.
Saat itulah dia dicalonkan partainya maju menjadi bakal calon Wakil Walikota Depok mendampingi seniornya Nur Mahmudi. Keduanya terpilih memimpin Kota Depok untuk periode 2011-2016.

NYALON WALIKOTA

Pada Pilkada 2016, dia kembali dicalonkan. Kali ini dicalonkan menjadi Walikota Depok dengan mengandeng Praji Supriatna dan terpilih menjadi orang nomor satu di Kota Depok untuk periode 2016-2021. “Cita-cita saya ingin menjadikan Kota Depok lebih maju, tapi religus,” ujarnya.

Mengejar cita-cita itu, diakuinya tidaklah mudah. “Tantangan semakin berat di masa mendatang, sebab itu dibutuhkan persatuan dan tekad kuat untuk mencapainya. Jika tidak, sulit mewujudkan Depok lebih maju dan religius,” katanya. Selamat ulang tahun ke-55 dan selamat bekerja Pak Wali! (anton)