Tuesday, 18 September 2018

Pelajar, Sasaran Utama Peredaran Obat Terlarang

Minggu, 7 Agustus 2016 — 6:30 WIB
Tramadol obat yang dilarang dijual secara bebas tanpa resep dokter (ist)

Tramadol obat yang dilarang dijual secara bebas tanpa resep dokter (ist)

SUKABUMI (Pos Kota) – Kalangan pelajar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi sasaran konsumen terbesar obat-obatan terlarang, terutama jenis Tramadol. Hal ini merupakan pengakuan dua tersangka pengedar obat terlarang yang diringkus Satnarkoba Polres Sukabumi, Jawa Barat.

Kedua tersangka itu adalah Nico Feriyanto, 34, dan Asep Saepudin, 35. Dari tangan mereka, polisi mengamankan 12.250 pil jenis Tramadol. Obat ini dilarang dijual bebas sebab jika tidak sesuai pemakaian banyak efek sampingnya. Oleh karena itu harus dibeli sesuai resep dokter.

Tersangka Nico mengaku membeli obat-obat terlarang itu dari kenalannya lalu dijual eceran. Konsumennya yakni kebanyakan pelajar SMA dan SMP. Namun, dia tidak menjual kepada orang yang belum dikenalnya.

“Tramadol itu dijual per paket. Isi paketnya lima butir, saya jual Rp10 ribu. Ya, kebanyakan yang beli masih sekolah,” aku Nico.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi, AKP Jajang Tardiana menerangkan kedua tersangka ditangkap di lokasi berbeda di utara Sukabumi. Namun keduanya mendapatkan obat terlarang dari satu pemasok yang sama, yaitu dari tersangka berinisial A di kawasan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang saat ini masih diburu.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini. Informasinya banyak peredaran obat terlarang di utara Sukabumi dan sasaran utamanya kalangan pelajar,” beber Jajang.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp1, 5 miliar. (sule)

  • Luhut

    Waspada nih orangtua harus extraa jagain a anaknya

  • Hendry

    Konsumennya kebanyakan pelajar SMP dan SMA ? dasar pelajar kundang durhaka tidak tahu bersyukur sudah diongkosi orang tua agar menjadi pintar malah doyan teler2an bikin otaknya bego dan jadi orang cacat yg sombong dan tdk bertanggung jawab kpd keluarganya