Thursday, 25 May 2017

Kaisar Jepang, Akihito, Isyaratkan Bakal Lengser

Senin, 8 Agustus 2016 — 16:05 WIB
Kaisar Jepang, Akihito, menyampaikan pesan yang disiarkan melalui televisi nasional.

Kaisar Jepang, Akihito, menyampaikan pesan yang disiarkan melalui televisi nasional.

JEPANG– Kaisar Jepang, Akihito, mengisyaratkan bahwa dirinya akan turun takhta dalam waktu dekat. Isyarat itu muncul ketika kaisar berusia 82 tahun tersebut menyampaikan pesan yang disiarkan melalui televisi nasional.

Dalam rekaman video selama 10 menit, Akihito mengatakan bahwa dirinya berharap tugas-tugas seorang kaisar sebagai simbol negara dapat terus berlanjut tanpa henti.

“Saya khawatir akan menjadi sulit bagi saya untuk melakukan tugas-tugas sebagai simbol negara seperti yang saya lakukan pada masa lalu hingga sekarang,” ujar Akihito.

Menurutnya, satu kemungkinan jika kaisar tidak bisa menjalankan tugasnya karena usia atau penyakit adalah menunjuk seorang adipati. Kalaupun adipati telah diangkat, lanjut Akihito, sang kaisar yang sakit atau tua akan tetap menjadi kaisar hingga tutup usia.

Di bawah konstitusi Jepang, seorang kaisar tidak diperbolehkan memiliki kewenangan politik. Dengan demikian, apabila kaisar menyatakan secara blak-blakan bahwa dia hendak lengser akan dipandang sebagai campur tangan di ranah politik.

Lagipula, tiada aturan yang secara eksplisit mengatur soal pelengseran kaisar dalam undang-undang Jepang. Jika kaisar ingin turun takhta karena usia atau penyakit, perubahan dalam undang-undang harus diwujudkan.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan pemerintah akan mendiskusikan hal ini secara serius.

Akihito telah menjadi kaisar Jepang sejak ayahnya, Kaisar Hirohito, wafat pada 1989.

Jajak pendapat menunjukkan publik Jepang akan mendukung keputusan Akihito bila dia memang ingin turun takhta.(BBC)