Saturday, 22 September 2018

Menata Trotoar Jakarta

Senin, 8 Agustus 2016 — 5:47 WIB

TROTOAR di Jakarta saat ini masih banyak yang kondisinya tidak layak. Sempit, gersang, bergelombang, gelap gulita bila malam hingga beralih fungsi sebagai tempat parkir, kegiatan bisnis dan lain-lain adalah wajah sebagian besar trotoar yang kita lihat sehari-hari.

Fasilitas bagi pejalan kaki yang satu ini memang masih terabaikan. Padahal, sebenarnya ia merupakan bagian penting dalam mendukung sistem transportasi publik.

Kita tahu, Jakarta sekarang ini sedang membangun MRT (mass rapid transit) juga LRT (kereta ringan). Kehadiran dua moda transportasi massal itu dalam beberapa tahun lagi tentu akan membuat perubahan besar dalam manajemen transportasi umum di Jakarta.

Namun keduanya tidak bisa berdiri. Harus ada elemen pendukung agar MRT dan LRT diminati oleh masyarakat, antara lain trotoar yang aman dan nyaman. Trotoar yang lebar, bersih, teduh, seperti di kawasan Kebon Sirih, Monas, Jl Thamrin, Sudirman, Kuningan, kita harapkan bisa diperluas ke wilayah lain. Karena trotoar yang ‘ramah’ seperti itu akan memacu warga untuk menggunakan angkutan umum.

Kita bersyukur Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, memahami ini. Ia pun bertekad untuk untuk memperbaiki trotoar di Jakarta sehingga dapat tampil lebih cantik dan manusiawi. Menurut Ahok, panjang trotoar yang harus diperbaiki dan ditata oleh Pemprov DKI mencapai 2600 kilometer.

Ini bukan pekerjaan ringan. Soalnya, kita tahu untuk menertibkan trototar banyak yang dibutuhkan. Tidak cuma dana yang besar tapi juga keseriusan. Banyak trotoar yang di atasnya berdiri beraneka bangunan dari toko, bengkel, hingga warung makan. Mereka bertahan di sana hingga bertahun-tahun tidak dengan sendirinya, karena banyak di antaranya telah mendapat “izin” dari oknum di kawasan tersebut.

Kita percaya Pemprov DKI akan mampu mengatasi segala permasalahan yang ada di lapangan saat melakukan penataan trotoar. Sepanjang penataan dilakukan atas dasar peraturan yang jelas, tidak pilih kasih dan melalui sosialisasi dan pemberian solusi, kita yakin masyarakat akan mau bekerjasama. ^^