Tuesday, 25 September 2018

Dikasih Makan Gak?

Belajar Sehari Penuh, Ahok Pertanyakan Kesiapan Sekolah

Selasa, 9 Agustus 2016 — 13:28 WIB
Gubernur Ahok memberi keterangan kepada wartawan di balaikota. (m7-m10)

Gubernur Ahok memberi keterangan kepada wartawan di balaikota. (m7-m10)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi, mengajukan usulan tentang Belajar Sehari Penuh atau full day school, menurut Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, Gubernur DKI, usulan tersebut baik karena selain mendapatkan pendidikan, anak-anak juga diajarkan budi pekerti.

“Saya ngerti ini pikiran menteri baik, anak-anak bukan hanya pelajaran tapi budi pekerti,” ujar Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2016).

Menurut Ahok, konsep Full Day School sama dengan konsep SMANU MHT (Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin) adalah bagaimana anak-anak yang tidak mampu dapat bersekolah seharian sampai malam, tetapi bukan hanya pelajaran melainkan membentuk perilaku rohani.

(Baca: Full Day School Mendapat Dukungan, Pulang Sore Sudah Biasa)

“Urusannya panjang, itu anak ada dikasih makan gak? Kalo yang gak punya duit gimana? Kasihan kan harus siapin makanan,” tambah Ahok.

Pandangan Ahok, nutrisi untuk anak-anak di Indonesia harus ditingkatkan karena perkapita makan daging di Indonesia hanya sekitar 2,5 kg sedangkan di Argentina 16 kg pertahun. Beliau menganggap masalah nutrisi dapat menjadi baik jika sekolah yang akan melaksanakan Full Day School mau men-supply makanan.

Selain itu Ahok juga mempertanyakan berapa banyak sekolah yang sudah siap, karena di sekolah tersebut harus mempunyai fasilitas dan juga guru yang kreatif.

(M7/M10/sir)