Monday, 24 September 2018

Full Day School Bisa Diterapkan, Asal Sekolah Sudah Ramah Anak

Selasa, 9 Agustus 2016 — 10:58 WIB
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait

JAKARTA (Pos Kota) – Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan, Muhadjir Effendy, menggagas sistem full day school untuk SD dan SMP dinilai belum tepat. Seharusnya, ciptakan dulu sekolah yang ramah anak dan buat siswa nyaman di sekolahnya, baru dilaksanakan sistem tersebut.

Hal itulah yang dinilai Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (komnas PA) Arist Merdeka Sirait belum tepat dijalankan di sekolah-sekolah kita. Karena ia menilai, dirinya tak mempersoalkan bila anak-anak itu diberikan jam pelajaran yang panjang.

“Kalo saya apapun yang menjadi mekanisme 7-8 jam sekolah, tetap setuju. Namun, yang penting sekolah itu harus ramah anak dahulu,” katanya, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya, selama ini disetiap sekolah belum memperlihatkan sekolah yang membuat anak-anak nyaman berada di kelas. Setiap anak masih terbebani materi pelajaran yang selama ini hanya dikejar untuk lulus dalam pelaksanaan Ujian Negara.

(Baca: Amel ‘Carla’ : Full Day School? Capeknya Nggak Kebayang)

“Selama ini sistem kurirkulum yang tidak partisipatif masih terlihat, jadi itu harus diperhatikan dulu. Setelah itu, baru jalankan sekolah full day,” ujar Arist.

Arist masih melihat banyak permasalahan yang muncul disekolah-sekolah. Mulai dari kekerasan terhadap siswa kerap, bullying, hingga banyak anak-anak yang mengkonsumsi narkoba disekolah.

“Saya pikir, hilangkan dulu semua permasalah yang ada itu. Barulah nanti diciptakan sekolah ‘full day’,” ungkap Arist.
Atas semua permasalahan itu, Arist pun mengharapkan kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk menahan gagasan sistem sekolah ‘full day’. Ada baiknya, perbaiki dulu sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dengan menciptakan sekolah yang ramah anak.
“Kalau sekolah sudah membuat siswa nyaman, sistem sekolah ‘full day’ pastinya akan berjalan dengan baik,” ungkapnya. (Ifand/mb)