Wednesday, 14 November 2018

Full Day School, Mendikbud Ngaku Baru Sebatas Jual Ide

Selasa, 9 Agustus 2016 — 14:54 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (ist)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan,  full day shool (sekolah seharian penuh) baru sekedar ‘menjual ide’ kepada masyarakat. Karena itu ia senang dengan respon masyarakat yang luar biasa baik yang pro maupun kontra.

“Kami minta respon dari masyarakat. Semua ide dan masukan akan kita tampung dengan baik lalu kita kaji,” kata Muhadjir, dalam keteranganya di Jakara, Selasa (9/8).

Respon dari masyarakat itulah nantinya akan dilakukan kajian. Apapun hasilnya akan dilaporkan ke Presiden untuk dijadikan dasar mengambil kebijakan nasional.

Muhadjir juga meminta agar tidak ada istilah sekolah fullday. Karena istilah itu menyesatkan. Sehingga dia minta agar istilah tersebut tidak lagi dipakai.

“Fullday itu menyesatkan. Karena sesungguhnya konsepnya adalah perpanjangan jam sekolah. Artinya usai jam belajar anak ada di lingkungan sekolah untuk melakukan hal-hal menyenangkan seperti ekstrakurikuler,” tambahnya.

Ide menambah jam kegiatan di sekolah itui sendiri bermula dari keinginan pemerintah untuk mempertajam pendidikan karakter di kalangan siswa. Rumusannya 70 pendidikan karakter dan 30 persen pengetahuan (SD) serta untuk siswa SMP 60 persen pengetahuan dan 40 persen karakter.

Dengan ide tersebut Mendikbud menekannya bahwa perpanjangan jam sekolah tidak diisi dengan kegiatan belajar mengajar. Tetapi lebih kepada kegiatan ekstra kurikuler. Sehingga sekolah menjadi tempat menyenangkan bagi siswa.   “Saya ingin sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Bukan mall atau swalayan,” tandasnya. (Inung/win)