Saturday, 22 September 2018

Full Day School, Tak Semua Orang Tua Siswa Mampu Beli Catering

Selasa, 9 Agustus 2016 — 13:39 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bahwa pihaknya akan menerapkan sistem  pendidikan sehari penuh (full day school) bagi siswa SD, SMP, dan SMA nampaknya belum akan berjalan mulus.

Para praktisi dan pengamat pendidikan menilai,  jika  sistem full day school tersebut diterapkan saat ini maka masih banyak kendala yang akan dihadapi.

“Belum semua sekolah saat ini siap jika harus menerapkan sistem baru tersebut. Contoh yang paling mudah adalah soal fasilitas ruang kelas yang belum  mencukupi,” kata  Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al Khairiyah, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan H. Syamsuddin, S.Ag, kemarin.

(Baca: Belajar Sehari Penuh, Ahok Pertanyakan Kesiapan Sekolah)

“Kalau ruang kelas ditambah maka akan mengorbankan ruang laboratorium bahasa, komputer, dan perpustakaan. Padahal semuanya penting,” katanya didampingi Drs. Rahman guru Akuntansi Madrasah Aliyah,  Al Khairiyah.

Selain itu jika diberlakukan sekolah penuh dari pagi sampai sore berarti perlu ada katering untuk makan siang. Padahal tidak semua orang tua mampu disuruh membayar katering.

Sementara itu pengamat pendidikan  Ochim Kosasih juga berpendapat sama yakni di Jakarta saja saat ini masih ada  sekolah yang membaginya menjadi siswa pagi dan siang hari. Sekolah yang masih menerapkan siswa masuk pagi dan siang di Jakarta jumlahnya masih cukup banyak.

“Selain itu bukankah kita masih meyakini bahwa konsep pendidikan yang baik adalah anak-anak harus belajar sambil bermain. Jadi jika kita harus memaksanya belajar seharian penuh masih terasa berat,” kata mantan Kasudin Dikdas Jakarta Utara ini.

Belum lagi jika sistem ini akan diterapkan secara penuh di seluruh Indonesia kendalanya akan bertambah besar lagi. Sebab tidak sedikit para sisea yang sekolah sambil membantu ekonomi orang tuanya.

“Kan banyak juga anak-anak yang sepulang sekolah siang hari langsung bekerja membantu orang tuanya menopang kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya.

Jadi menurut Ochim jika sistem ini mau diterapkan secara nasional Mendikbud harus mempersiapkannya lebih matag lagi. Sebaiknya  dilakukan proyek percontohan dahulu sambil mengkaji lebih jauh kesiapan penerapannya.

“Untuk menerapkan sistem  full day school juga diperlukan energi yang cukup. Baik siswa maupun guru kalo harus berada di sekolah seharian penuh kan butuh makan. Ini juga perlu dipikirkan,” tambah Ochim. (faisal/win)

 

  • BoBongKong Pocong

    Gak sekalian bawa beras buat kemping di sekolah