Tuesday, 25 September 2018

Full Day School Mendikbud Baru Mendapat Reaksi Keras DPR

Selasa, 9 Agustus 2016 — 11:21 WIB
Gedung DPR/MPR/DPD RI. (win)

Gedung DPR/MPR/DPD RI. (win)

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan DPR bereaksi keras dengan pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy  yang menginginkan siswa belajar sehari penuh dengan berada di sekolah (Fullday School).  Pasalnya, masih banyak sekolah yang tidak layak untuk belajar.

“Masih banyak sekolah yang tak layak sebagai lingkungan belajar. Jangankan nyaman, bahkan hanya sebagai tempat sekedar berkumpul pun sudah tidak aman,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq, di DPR, Selasa (9/8/2016).

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 9 ini  meminta Mendikbud untuk lebih fokus melakukan validasi data dan rehabilitasi kondisi sekolah di banyak wilayah.

(Baca: Full Day School Bisa Diterapkan, Asal Sekolah Sudah Ramah Anak)

“Apalagi di daerah terpencil banyak  yang rusak, atap bocor, dinding retak, tak ada toilet, tak ada kantin untuk makan siang, tak ada ruang terbuka untuk bermain dan banyak realitas lain yang menyedihkan dan membahayakan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi yang harus diperbaiki pula adalah soal kualitas dan kuantitas guru. Selain itu, dalam kenyataan, buku juga masih menjadi masalah. “Begitu pula soal kualitas, kuantitas dan disribusi guru yang tidak merata,” lanjutnya.

Iman menambahkan, ia bersama fraksinya  akan melakukan diskusi tentang pernyataan Mendikbud ini termasuk mengeksplorasi persoalan pendidikan yang menyangkut nasib guru, sarana pendidikan dan keterlibatan orang tua dan komunitas untuk ikut mendidik anak-anak secara lebih intensif. (*/win)

  • Tongtongsot Welgduwelbeh

    Menterinya Pak Jokowi aneh-aneh. Banyak contoh anak didik yang sehari penuh di sekolah, ternyata otaknya buasa-biasa saja (gak pinter-pinter amat). Dunia bermain, olah raga di luar sekolah (klub) dan lain-lain dari anak akan dirampas mendikbud (?)…. Haduuuh.