Monday, 11 December 2017

Insya Allah, Calhaj Padang Pertama Mendarat di Madinah

Selasa, 9 Agustus 2016 — 12:05 WIB
Petugas haji sudah siap menerima kedatangan jemaah Indonesia di Bandara Madinah, Arab Saudi. (kemenag)

Petugas haji sudah siap menerima kedatangan jemaah Indonesia di Bandara Madinah, Arab Saudi. (kemenag)

MADINAH (Pos Kota) – Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) yang ditugaskan di Daerah Kerja (Daker) Bandara Madinah 1437 Hijriyah/2016 Masehi siap menerima kedatangan jemaah haji asal Indonesia.

Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk penyiapan kantor di area bandara guna mendukung administrasi, katering, kesehatan dan transportasi.

Dengan diberlakukannya One Way Route dua tahun terakhir ini, gelombang pertama sebanyak 212 kloter mengangkut 87.316 orang jemaah mendarat langsung di Madinah dan dipulangkan ke Indonesia melalui bandara Jeddah. Sementara gelombang kedua mendarat di Bandara Jeddah dan kembali ke Indonesia melalui Bandara Madinah.

Dihari pertama pemberangkatan, sebanyak 11 kelompok terbang (kloter) jemaah haji dari Indonesia akan diberangkatkan menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dari 9 Embarkasi, Selasa (9/8) dari pagi hingga malam hari. Dari embarkasi Banjarmasin 1 kloter, Bekasi 1 kloter, Batam 1 kloter, Surabaya 1 kloter, Medan 1 kloter, Padang 1 kloter, Makassar 1 kloter, Jakarta 2 kloter dan Solo 2 kloter.

“Insya Allah, jemaah haji pertama yang akan mendarat di Bandara Madinah ini adalah Kloter I asal Padang”, kata Nurul Badruttamam, Kepala Daerah Kerja Bandara disela-sela memantau persiapan tim bandara.

 

(Baca: Calhaj Terima `Biaya Hidup` 1.500 Riyal/Orang)

Menurutnya sebanyak 450 jemaah haji asal embarkasi Padang dijadwalkan mendarat Selasa (9/8) pukul 10.45 waktu Arab Saudi. Kedatangan mereka akan disambut oleh Duta Besar RI untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebrial dan kemudian diarahkan ke bis menuju pemondokan di wilayah Markaziyah, radius 650 meter dari Masjid Nabawi.

Tim PPIH Daker Bandara Madinah memberikan pelayanan kepada jemaah berupa penanganan bagasi, dokumen haji, katering, kesehatan dan transportasi menuju pemondokan. Mereka akan melayani jemaah haji selama kedatangan di Bandara Madinah dan kemudian berpindah ke Jeddah saat kedatangan jemaah gelombang kedua.

“Semua tim telah menempati posnya masing-masing dan siap menjalankan tugas” tambah Nurul.

(kemenag/sir)