Wednesday, 26 September 2018

Jadi Tukang Cukur Rambut di Puncak, Enam Pencari Suaka dari Irak Diamankan

Selasa, 9 Agustus 2016 — 8:04 WIB
Hawa sejuk kawasan Puncak , Bogor

Hawa sejuk kawasan Puncak , Bogor

BOGOR (Pos Kota) – Imigrasi Klas IIA Bogor, mengamankan enam imigran asal Irak. Mereka diamankan karena pencari suaka ini buka bisnis salon di daerah Warung Kaleng, kawasan wisata Puncak Bogor.Mereka ditangkap Senin (8/8) malam.

Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Herman Lukman mengatakan, enam imigran ini membuka salon cukur rambut dengan tarif Rp50 ribu sekali cukur.

Dari usaha ini, mereka bisa mengantongi Rp2 juta dalam sebulan. Uang hasil mencukur, dipakai untuk kebutuhan mereka selama di penampungan di Cisarua Kabupaten Bogor.

Menurut Kakanim Bogor, sekitar pukul 22.00 WIB malam, anggotanya mengamankan enam Imigran.”Kami sudah pantau sejak sore. Namun malam baru baru kami tangkap saat sedang memberi layanan ke konsumen yang hendak mencukur rambutnya,”kata Herman.

Ia menuturkan, sebagai Imigran, mereka dilarang bekerja, menerima upah, mencari uang. Imigran juga harus menjaga ketertiban umum. Mereka ini masih dalam pengawasan pemerintah.

Keenam orang itu kini menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Klas IIA Bogor di Jalan A Yani Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.Mereka sudah menghuni penampungan di Puncak tiga tahun. Mereka adalah warga Irak yang lari dari negaranya, karena gejolak.

“Mereka sudah fasih berbahasa Indonesia,”ujarnya.

Dari keterangan Heithe Wathiq alias Musa ke petugas Imigrasi, ia membuka salon cukur rambut, karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

“Jadi salon milik orang Indonesia. Imigran ini yang bekerja untuk mencukur rambut warga yang datang. Sesuai aturan, mereka dilarang melakukan aktifitas seperti ini saat berada dipenampungan. Yang datang cukur itu, selain wisatawan Timur Tengah, juga warga asli setempat,”ungkap Herman.

Ke enam imigran yang diamankan, akan dibawa ke tempat penampungan Imigran di Kalideres Jakarta.” Kita masih lakukan pemeriksaan. Mereka akan kami kirim ke tempat penampungan di Kalideres Jakarta Barat,”tandas Herman.

Bupati Bogor, Hj Nurhajanti sebelumnya mengaku geram dengan ulah Imigran yang berprofesi sebagai tukang cukur rambut.Bupati perempuan pertama di Kabupaten Bogor ini kesal, lantaran pencari suaka yang ditampung pemerintah pusat dikawasan wisata berhawa sejuk ini, kerap membuatnya pusing. (yopi)