Wednesday, 14 November 2018

“Bapak Tega Banget Potong Burung Saya”

Rabu, 10 Agustus 2016 — 18:50 WIB
Camat Menteng Dedy Arif memotong merpati balap di RW 07 Kel. Pegangsaan. (Joko)

Camat Menteng Dedy Arif memotong merpati balap di RW 07 Kel. Pegangsaan. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) -Pedagang burung merpati balap mencak-mencak ketika petugas merazia dagangannya. Pasalnya burung yang harganya ratusan ribu rupiah per ekor itu, langsung diambil petugas dari kandangnya lalu disembelih di tempat.

“Bapak tega banget, main potong burung milik saya. Ini matapencarian saya sehari. Harganya mahal, memang bapak mau ganti,” protes Sarwan, warga RT 05 RW 08 Kel. Pegangsaan, Menteng, Jakpus, Rabu (10/8). Dagangan berupa puluhan ekor burung dara yang sering diadu lomba balap itu dipotong petugas satu per satu hingga ludes semuanya.

Razia unggas itu mengerahkan 75 personil gabungan dipimpin Camat Menteng Dedy Arif. “Biarin saja, semua unggas di permukiman dimusnahkan untuk memberantas penularan flu burung,” ujar Dedy sambil memerintahkan anak buah menyisir wilayah padat hunian terebut. “Kalau ditemukan merpati, ayam, dan unggas lainnya, langsung dipotong karena tidak boleh dipelihara di permukiman,” tandasnya.

Razia yang digelar dari pagi hingga siang menyisir wilayah RW 07 dan 08. Dari penertiban tersebut petugas berhasil menangkap 142 ekor burung dara dan 41 ekor ayam kampung. Semua dipotong di tempat dan setelah mati, unggasnya diserahkan kepada pihak pemilik tanpa uang pengganti. Selain itu, petugas juga membongkar habis 103 kandang unggas. (Joko/us)