Thursday, 15 November 2018

Full Day School, Jangan Sampai Siswa Stres Karena Tak Sosialisasi Lingkungan

Rabu, 10 Agustus 2016 — 13:29 WIB
Ariawan pendiri YCI.

Ariawan pendiri YCI.

JAKARTA (Pos Kota) – Pendiri Yayasan Cerdas Indonesia (YCI),  Ariawan, meminta pemerintah tidak terburu-buru mengambil keputusan terkait rencana penerapan Full Day School atau FDS di semua sekolah untuk tingkat SMP maupun SMA.

Sebab untuk menerapkan kebijakan tersebut harus dilihat dari berbagai aspek mulai dari fasilitas sekolah, daerah, pengajar dan kemampuan siswa serta latar belakang orang tua murid yang tentunya semua berbeda.

“Jangan sampai nantinya siswa akan jenuh dan stres karena tidak mendapatkan waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan di tempat tinggal,” ujarnya.

(Baca: Full Day School Tanpa Kajian Matang, Akan Rugikan Anak)

Menurut Ariawan situasi di perkotaan dan pedesaan yang sangat berbeda juga harus dipertimbangkan baik-baik. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai dan memiliki pengajar yang cukup. Banyak daerah di pedalaman yang hingga saat ini juga masih kekurangan pengajar.

“Pemerintah jangan hanya melihat sekolah yang ada diperkotaan, tetapi juga sekolah yang ada di pedesaan dan wilayah Timur Indonesia,” ujarnya.

Ariawan berharap pemerintah sebaiknya melakukan kajian yang mendalam dengan semua kebijakan yang akan ataupun direncanakan untuk diterapkan terlebih kebijakan tersebut akan berlaku secara nasional.

“Sebaiknya kebijakan yang akan dikeluarkan dan diterapkan secara nasional harus benar-benar melihat dan memperhatikan semua daerah yang ada di Indonesia,” tutup Ariawan. (Inung/win)

 

  • Doyok Gunawan

    Kalau sekolahnya luas, ada kebunnya, ada kolam renang, lapangan bola, kolam ikan, taman bermain, pasti murid2 juga betah di sekolah, lah kalau sekolahnya kumel, bocor, pengap, ya stresssss kalleeee

    tuh anak owraaannggg

  • Adiknya Doyok Gunawan

    Mentrinya kerja dulu,nanti setelah 3 – 4 tahun kemudian lakukan perubahan.
    Masyarakat belum tau hasil kerjanya sudah mau merubah kurikulum.