Wednesday, 24 July 2019

Ahok Janjikan LRT Selesai 2018

Kamis, 11 Agustus 2016 — 7:39 WIB
Gubernur Ahok di Balaikota

Gubernur Ahok di Balaikota

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menargetkan pembangunan Light Rail Transit (LRT) rampung pada 2018. Ini mengingat LRT akan digunakan sebagai salah satu moda transportasi pelaksanaan Asian Games 2018.

“Tahun 2018 selesai. Minimal yang dari depo sampai ke Velodrome. Nanti di sana kan Equestrian juga akan jadi,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/8).

Ahok mengatakan, saat ini pembangunan sedang berjalan dengan baik. Alat-alat berat sudah mulai didatangkan untuk proses pembangunan. Pembangunan LRT dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). “LRT jalan dengan baik, baik yang Adhi Karya maupun yang dengan kami. Yang jelas yang dari depo di Kelapa Gading sudah pindahkan alat-alat berat dari PU juga,” ujarnya.

Pembangunan LRT ini juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Korea Selatan. Mereka melakukan kajian untuk pembangunan tujuh koridor LRT. “Korea juga lagi mengkaji tujuh koridor yang lain. Semua jalan dengan baik,” tandas Ahok.

Seperti diketahui groundbreaking pembangunan LRT dilakukan bertepatan dengan HUT DKI ke-489 tahun tanggal 22 Juni lalu. Untuk tahap awal akan dibangun fase 1 yakni Kelapa Gading-Velodrome.

Seperti diketahui sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah memerintahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT. PT Jakarta Propertindo untuk membangun LRT di koridor I. Koridor ini mengambil rute dari Velodrome-Kelapa Gading-Kemayoran-Stasiun Kota-Dukuh Atas. Total panjang lintasannya mencapai 24 km.

Tahap awal baru akan dibangun sepanjang 6 km yang meliputi dari pusat olahraga Velodrome, Jakarta Timur hingga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Adapun estimasi total biaya pembangunan LRT ini mencapai Rp17-20 triliun. Pembangunannya didanai dari penanaman modal daerah (PMD).

Pada pembangunan LRT dari Velodrome hingga Kelapa Gading menelan biaya sekitar Rp4,2 triliun.

Tahun ini Pemprov DKI baru menganggarkan PMD untuk PT Jakpro Rp2,9 triliun. Namun total PMD itu tidak digunakan untuk LRT saja. Melainkan proyek persiapan renovasi venue menghadapi Asian Games lainnya.(guruh)