Wednesday, 19 September 2018

Bertemu Gubernur Kaltim, Dirut Pelindo IV Bahas Direct Call di Balikpapan

Jumat, 12 Agustus 2016 — 16:24 WIB
Dirut Pelindo ll Doso Agung didampingi Sekper Baharuddin M bertemu Gubernur Kaltim bahas direct call. (dwi)

Dirut Pelindo ll Doso Agung didampingi Sekper Baharuddin M bertemu Gubernur Kaltim bahas direct call. (dwi)

JAKARTA (Pos Kota) – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) berencana membuka jalur pengapalan langsung dari dan ke luar negeri atau direct call dari Balikpapan, Kalimantan Timur yang dimulai pada minggu ke-3 September 2016.

Rencana itu diungkap Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung dalam pertemuannya dengan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak di Samarinda, Kamis (11/8/2016), seperti disampaikan Sekretaris Perusahaan Baharuddin M, Jumat (12/8/2016)

Dalam pertemuan itu, Doso Agung mengemukakan sejumlah benefit atau imbal jasa jika dilakukan direct call atau ekspor langsung dari Balikpapan. Di antaranya, pemerintah daerah akan memproleh pajak ekspor, sehingga menambah jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama ini menurutnya, barang-barang yang diekspor dari Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) berupa hasil hutan, tambang, perkebunan dan perikanan, selalu dikirim melalui Surabaya, sehingga dianggap produk dari daerah tersebut.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyambut baik rencana Pelindo IV untuk membuka jalurdirect call dari Balikpapan. Dia juga berjanji akan mendukung sepenuhnya, agar barang-barang dari Kaltim dan Kaltara yang akan diekspor dapat memanfaatkan jalur ini.

Bahkan, dalam waktu dekat dia akan mengumpulkan para eksportir dan pihak perbankan, untuk mensosialisasikan rencanadirect call dari Balikpapan
itu.

Ketua ALFI Aosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Balikpapan Faisal Tola. mendukung rencana pelayaran langsung atau direct call melalui Balikpapan, yang ditargetkan akan direalisasikan bulan depan.

“Penerapan direct call menjadi kabar baik untuk kepelabuhan karena dapat menghemat biaya logistik pengusaha di Kaltim. “Selama ini rutenya lebih jauh harus ke Jakarta atau Surabaya,” ujar Tola.

Nantinya pengusaha tidak perlu mengeluarkan cost bongkar muat di Surabaya atau Jakarta, maupun Singapura. Dengan direct call kuota ekspor dari Balikpapan akan terpenuhi dengan sejumlah komoditi andalannya.

(dwi/sir)