Wednesday, 26 September 2018

Istri Muda Disayang-sayang Anak Kandung Ditempeleng

Minggu, 14 Agustus 2016 — 6:02 WIB
kdrt

INI kisah lelaki sedang gila wanita. Begitu sayangnya pada Wiwik, 30, istri mudanya, Komang, 40, tega menghajar anak gadisnya, Niken, 14, hingga gigi rompol (copot). Padahal masalahnya klasik, anak kandung “perang” dengan ibu tiri. Tapi Komang menyalahkan anak ABG-nya itu dan membela istri mudanya.

Nggak di Jawa nggak di Bali, lelaki bila sedang gila perempuan jadi tega terhadap anak kandung sendiri. Apa saja tindakan istri muda dibenarkan, sebaliknya istri dan anak-anaknya yang memusuhi bini muda si bapak, dipersalahkan. Padahal seharusnya lelaki memahami perasaan wanita, bukan hanya peranakannya. Mana ada sih perempuan mau diduakan cintanya?

Istri Komang sebetulnya cukup cantik. Tapi karena dianggap stok lama, dia terpikat pada Wiwik janda muda kenalan baru, yang penampilannya serba menjanjikan. Menang muda, menang seksi, menang sekel nan cemekel, menang daya pikatnya. Maklumlah barang baru setromnya lebih kuat. Bila istri stromnya tinggal 110 Volt, WIL masih 240 volt penuh, dekat gardu induk lagi.

Lelaki warga Karangasem, Bali, ini rejekinya memang sedang naik daun, sehingga bisa memanjakan janda cong-congannya. Ketika diajak menikah, ternyata mau. Sayangnya izin prinsip dari istri pertama tidak dapat, sehingga Komang menikahi Wiwik lewat jalur independen (baca: nikah diam-diam).

Istri Komang sama sekali tak tahu bahwa suaminya sudah poligami. Dia baru sadar ketika uang belanya menyusut dan suami sering tidak pulang. Penyelidikan pun digelar, dan hasilnya Komang memang sudah menikah lagi. Dan ketika skandalnya sudah terang benderang, Komang makin berani jadi Bang Toyib. Pulang ke rumah paling-paling dua minggu sekali.

Sejak itu istri pertama menyatakan perang pada istri kedua suami, karena telah mengambil suami orang. Paling keras adalah sikap Niken, anak sulung Komang. Dia selalu memusuhi ibu tirinya. Lewat HP selalu dikirim serangan lewat SMS. “Memangnya tak ada lelaki lain, sehingga mau menikah dengan bapakku. Dasar perempuan gatel,” kata Niken dalam SMS-nya kepada Wiwik.

Wiwik tentu saja tersinggung disebut perempuan “gatel”. Ini anak muda cap apa, kok nggak ada sopan santunnya sama sekali pada orangtua. Mau gatel atau tidak, apa pedulimu? Toh kalau gatel beneran juga tak bakal minta tolong Niken untuk menggaruknya. Dia tak mau perang SMS dengan anak tirinya itu, sehingga SMS tak etis itu diforward kepada suaminya.

Komang malu dan marah, punya anak perempuan kok nggak ada santunnya. Kalau Ahok sih dianggap nggak santun, karena sedang menggebrak para praktisi korupsi di Pemprov DKI. Lha kalau Niken ini apa, nggak santun kok hanya untuk menggebrak ibu tiri. Nggak level dong. Maka anak sulungnya itu diminta menemui di suatu tempat.

Dikira mau diberi uang oleh ayahnya, Niken pun berangkat. Tapi begitu ketemu bukan uang yang didapat, tapi justru pukulan di mulutnya, sehingga giginya tanggal satu. Bikin malu orang tua saja, seperti anak nggak sekolah saja, kata Komang sambil ngeloyor pergi. Sedangkan Niken habis dipukul ayahnya segera lapor ke polisi.

Nggak sopan, mungkin belum makan “full day school” ngkali. (JPNN/Gunarso TS)