Friday, 20 September 2019

Apartemen Terbakar, Ahok Ancam Pidana Pengembang

Senin, 15 Agustus 2016 — 13:28 WIB
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

JAKARTA ( Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama,  menganggap kebakaran apartemen di Jakarta Selatan sebagai kesalahan pengelola. Alasannya, Pemprov DKI sudah menyegel apartemen karena Sertifikat Layak Fungsi (SLF) gedung belum selesai dikeluarkan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta.

“Sebetulnya mereka tidak dapat SLF. Karena nggak layak. Dia janjikan mau perbaiki, makanya kita tahan. Memang ada pengembang yang nakal. Sertifikat layak fungsinya tidak dikeluarkan, dia tetap jalan saja. Makanya dia sudah jual dan sudah ada penghuni, ” katanya di Balaikota Jakarta, Senin (15/8/2016).

Ahok, sapaan akrab Basuki, akan mempidanakan pengelola apartemen. Ia menilai hal itu bisa dilakukan karena ada pelanggaran ketentuan tapi tetap menjual unit bangunan yang belum dilengkapi SLF.

“Ini kan untuk nyawa orang, jadi kalau kita peringatan Anda harus penuhi sertifikat layak fungsi, kekurangannya mesti segera diperbaiki beberapa bulan. Tetapi kalau pengembang yang sengaja tidak mau perbaiki,  ya langsung kita pidana saja.  Enggak ada pilihan,”  tegasnya.

Mengenai apartemen yang sudah berpenghuni meski statusnya disegel, mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku dilema, karena tidak bisa begitu saja mengusir penghuni.

“Kalau disegel kan dia pakai sandra manusia nih, kamu yang tinggal di apartemen kira-kira kamu marah nggak rumah kamu disegel, nggak boleh masuk? Duit sudah diambil oleh pengembang. Kita enggak mungkin usir orang. Yah, nanti dibilang kejam lagi,” kata Ahok.

Apartemen  di Cilandak, Jakarta Selatan, terbakar pada Minggu (14/8/2016). Api terlihat di lantai 18 dan menggemparkan penghuninya. Puluhan orang terjebak hingga mereka harus dievakuasi petugas pemadam kemakaran.

Sejauh ini, Pos Kota belum mendapatkan konfirmasi pengelola apartemen tersebut. (ikbal/yp)