Sunday, 18 August 2019

Ahok: Jika PDIP Tidak Dukung, Ya, Gak Apa-apa

Jumat, 19 Agustus 2016 — 16:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

JAKARTA (Pos Kota) – Dari hasil pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Rabu (17/8/2016), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendapat dukungan secara pribadi.

Namun, untuk mendapat dukungan dari PDIP secara partai, calon gubernur petahana ini harus menunggu mekanisme internal PDIP yang berlaku.

Jika, akhirnya tidak mendapatkan dukungan dari PDIP untuk maju pada pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok, sapaan akrab gubernur mengaku siap.  “Ya gak apa-apa. Kan saya sudah punya tiga partai juga. Buat saya, dari dulu ya, perorangan aja berani kok, tanpa semua partai aja berani,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Mantan bupati Belitung Timur ini mengisahkan ketika dirinya menjadi bupati. Meski termasuk minoritas, dirinya tetap melaju ke pemilihan bupati Belitung Timur dan menang.

“Saya sudah tiga belas tahun berpolitik. Jadi bupati di tengah fraksi partai Bulan Bintang 55% aja berani. Siapa yang berani, kalau hitungannya suku, agama dan ras, gak berani maju jadi bupati Belitung Timur,” tuturnya.

Terkait partai lain selain PDIP yang hendak bergabung, Ahok menyerahkan sepenuhnya ke partai pendukung. Dirinya tak mempermasalahkan jika koalisi partai yang mendukung koalisi besar atau kecil.

“Saya gak tahu. Terserah mereka (partai pendukung) lah. Saya cuma urusan kerja. Mau banyak boleh, mau kecil (sedikit) boleh. Orang saya sendiri juga berani,” pungkasnya.

Sebagai calon gubernur incumben pada pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok mendapat dukungan dari tiga partai yakni, Nasdem, Hanura dan Golkar. Sedangkan di kubu yang berseberangan, partai Gerindra mengusung pengusaha muda Sandiaga Uno. (ikbal/win)