Wednesday, 21 November 2018

Mess Tempat Sembunyi Penganiaya Pengemudi Ojek Online Digerebek Polisi

Minggu, 21 Agustus 2016 — 6:27 WIB
Polisi mendata pria yang dirazia dari mess di belakang Setos Depok

Polisi mendata pria yang dirazia dari mess di belakang Setos Depok

DEPOK (Pos Kota) – Polresta Depok menggrebek mess yang diduga jadi sarang pengedar narkoba di belakang pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos), Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Minggu (21/8) subuh. Disita sejumlah senjata tajam, shabu, dan termasuk pelaku pengeroyok pengendara ojek online.

Operasi dipimpin langsung Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan, Kasat, serta didampingi Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dengan menurunkan 80 personil gabungan Brimob.

Menurut Kapolres, penggrebekan dilakukan dalam rangka operasi pekat sekaligus mencari pelaku pengeroyokan terhadap pengemudi Grab ojek online.

“Ada informasi sekaligus keterangan saksi-saksi yang ada pelaku menetap di mess belakang Detos. Mess liar tersebut disinyalir juga sarang narkobak,”ujarnya di lokasi.

Mantan Kapolres Subang dan Kuningan ini mengaku, hasil penggeledahan, polisi menyita lima paket shabu, dua alat hisap bong, serta tiga senjata, panah bersama 10 busur, dan tujuh pemuda positif menggunakan narkoba.

“Hasil tes urine yang dilakukan kepada 20 orang penghuni didapatkan tujuh pemuda positif apetamin narkoba yaitu Is, Y, N, A, AH, RA, R. Sedangkan sisanya dibina, lalu Lalu dua pelaku sebagai tersangka pengeroyok pengemudi ojek online yang bersembunyi di mess juga ditangkap,” ungkapnya.

 

barang-bukti

Polisi menunjukkan barang bukti yang disita dari mess tempat penganiayan pengemudi ojek online dirazia

Kapolres mengungkapkan bagi kedua pelaku pengeroyokan akan dikenakan pasal 170 KUHP, sedangkan yang positif sekaligus pengedar shabu akan diproses secara hukum.

“Lokasi mess sebelumnya juga sudah pernah dirazia, kini kembali dirazia dan hasilnya mendapatkan narkoba,”tuturnya.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menambahkan pihaknya akan segera berkordinasi dengan dinas terkait untuk menertibkan penghuni liar.

“Mayoritas penghuni tidak memiliki KTP Depok. Selain itu lokasi berdirinya mess juga masih sengketa yang semestinya tidak ada dibolehkan berdiri bangunan,”tambahnya.

Selain itu Wakil Walikota mengapresiaai kinerja dari kepolisian yang langsung sigap dalam menanggapi laporan masyarakat.

“Semoga Kota Depok lebih jauh kondusif jika pihak pemerintah dengan aparat kepolisian bersinergi dalam menjaga keamanan Harkamtibmas,”tutupnya.

Ari Hilwadi,23, pengendara Grab Bike yang dianiaya mengucapkan banyak terima kasih ataa usaha Polresta Depok yang cepat langsung bisa menangkap pelaku.

“Alhamdullilah aparat meringkus pelaku yang sudah mengeroyok teman-teman sedang menunggu di depan Detos. Setidaknya hal ini dapat dijadikan suatu pelajaran,”tutupnya. (Angga)

  • endun

    ambon

  • Anggi Suhandi

    Sudah seharusnya kinerja kepolisian di Depok ini bisa sigap selalu biar tingkat keamanan kota ini bisa kondusif!