Saturday, 17 November 2018

Dilarang Jualan Hewan Kurban di Lahan Fasos-Fasum

Senin, 22 Agustus 2016 — 7:19 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

TANAH ABANG (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta, kembali melarang pedagang hewan kurban untuk menjual dagangannya di atas lahan fasos – fasum. Larangan itu, pun langsung disampaikan Pemkot Jakarta Pusat kepada pedagang hewan kurban seperti di kawasan Tanah Abang.

“Kita ingin pedagang tidak menjual hewan dagangannya di lahan fasos – fasum, meski bisa dibilang kegiatan ini setahun sekali. Dan ingat pemerintah bukan melarang aktivitasnya, tapi lokasi penjualannya,” tegas Wakil Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara. Minggu (20/8).

Lebih lanjut dikatakan Bayu, bahwa nantinya untuk memastikan pedagang tidak mengganggu ketertiban umum, dirinya melalui Camat Tanah Abang, Hidayatullah akan menyiapkan lahan di beberapa lokasi yang ada sebagai tempat berjualan hewan kurban.

“Kalau untuk tempat sendiri, kita siapkan di Jalan Listrik seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi untuk maslah ini kita juga masih dibicarakan kembali dengan pedagang, kerena belum final,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam sosialiasi yang disampaikan Camat Hidayatullah kepada sejumlah perwakilan pedagang hewan kurban di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku bersedia untuk mengikuti aturan pemerintah. Mereka pun ingin berjualan, tanpa harus dikejar-kejar petugas Satpol PP.

“Kami pedagang tidak keberatan, asalkan kami juga minta pemerintah ikut melarang pedagang hewan kurban dari Jawa berjualan di Tanah Abang,” ucap Toing, salah satu penjual hewan kurban. Adapun alasannya, ia dan pedagang di Tanah Abang sendiri selama ini membeli hewan-hewan tersebut dari Jawa. (deny)

  • guntur

    Yg namanya larangan jualan hewan
    korban diarea fasos&fasum bukan
    dikhususkan hanya utk pedagang
    Tanah abang dan sekitarnya saja
    Tong,biar dari jawa kek sumatera
    kek,kalimantan kek ya ngak boleh ju
    alan hewan korban disitulah.

  • Kebembem

    Itu bekas pedagang hewan berjualan baunya berbulan2 baru hilang