Friday, 20 September 2019

Gubernur Sultra Jadi Tersangka Suap

Selasa, 23 Agustus 2016 — 20:26 WIB
Gedung KPK

Gedung KPK

JAKARTA (Pos Kota) –Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam (NA) menjadi tersangka dugaan suap. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Nur Alam dalam pemberian izin pertambangan yang tidak sebagaimana mestinya.

“Kita menemukan tindak pidana korupsi dalam sejumlah izin usaha pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara antara 2009-2014, penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti dan sedang dikembangkan terus, NA Gubernur Sulawesi Tenggara kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Pimpinan KPK Laode M Syarif saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).

Laode menjelaskan, tersangka NA ini diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi. Belum diketahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan izin selama 6 tahun tersebut. KPK hanya menyebut jumlahnya cukup signifikan.

“Sedang dihitung, kami sudah mendapatkan beberapa bukti transfer, belum bisa dibuka hari ini. Jumlahnya signifikan,” ujar Syarif.

Akibat perbuatannya, Nur Alam yang merupakan kader PAN Sultra disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(yendi/us)