Thursday, 30 March 2017

BERANI NGGAK?

Rabu, 24 Agustus 2016 — 6:12 WIB

“AHOK bilang normalisasi Ciliwung telah membuahkan hasil positif bagi masyarakat. Kerawanan banjir di banyak tempat di Jakarta, katanya berhasil dikurangi,” kata Lukman.

“Harusnya begitu. Artinya apa, artinya kalau kita berbuat tentu akan ada hasilnya. Nah, ini kan dia sudah lakukan menormalisasi Ciliwung, meski belum sepenuhnya, tentu akan ada hasilnya. Beberapa daerah yang tadinya banjir, sudah nggak banjir lagi,” kata Soleh.

“Ya, kita harus jujur. Ahok memang sudah berbuat. Masih ada yang kurang, ya, karena belum semua ditangani. Cuma…,” kataku terpotong suara bising pesawat yang lewat.

“Cuma apa..,” desak Lukman.

“Cuma aku kuatir ramai-ramai soal pilkada 2017 apa tidak menganggu konsentrasi Ahok membenahi Jakarta,” kataku.

“Ya itulah. Tapi mudah-mudahan tidak. Apalagi Ahok bilang tidak akan cuti waktu kampanye,” kata Lukman.

“Boleh saja dia bilang begitu. Tapi kalau undang-undangnya ada, ya harus ikut,” kataku.

“Kan sekarang dia akan ajukan uji materi undang-undang itu,” kata Soleh.

“Ya, kita tungguh sajalah. Tapi omong-omong soal banjir, Ahok bilang Kelapa Gading tetap banjir karena ada 12 pengembangnya. Tadinya mau dibikin waduk di Plumpang menampung air Kelapa Gading, tapi nggak jadi. Mau dibuang ke waduk Sunter nggak bisa,” kataku.

“Kalau begitu kita bakal kebanjiran,” kata Soleh sambil garuk-garuk kepala.

“Ya, salah kita sendiri,” kataku.

“Kenapa pula salah kita,” sergah Lukman.

“La, kan dulu Kelapa Gading ini tempat menampung air. Aku masih ingat, dulu itu masih rawa dan sawah. Lama-lama dibikin rumah. Nggak tahu gimana juga ceritanya, kok saluran airnya dibikin kecil. Nggak dibikin gorong-gorong yang besar,” kataku.

“Aku masih ingat, waktu itu Camatnya bilang kalau dibikin besar, nanti bakal tempat pencuri sembunyi,” kata Soleh.

“Camat sih enak saja ngomongnya begitu, dia nggak tinggal di Kelapa Gading. Kita-kita ini yang jadi korban. Hujan sedikit saja, tergenang, saluran airnya kecil,” kataku.

“Tapi Ahok apa berani hadapi 12 pengembang di Kelapa Gading supaya daerah kita ini tidak kebanjiran,” kata Lukman.

“Ya, juga. Kemarin waktu meresmikan RPTRA di Cipinang Besar Besar dia bilang jangan coba-coba gertak atau mengancamnya. Karena ada yang mengancamnya jangan datang,” kataku.

“Kita tunggu saja dia mengancam pengembang di sini,” kata Soleh. (lubis1209@gmail.com)