Tuesday, 13 November 2018

Bersih-bersih Gedung Bundar, Perkara Kapal Kayu Dilimpahkan ke Pengadilan

Kamis, 25 Agustus 2016 — 8:28 WIB
Kejaksaan Agung RI

Kejaksaan Agung RI

JAKARTA (Pos Kota) – Sesuai janjinya Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, perkara yang mangkrak di Gedung Bundar satu per-satu dituntaskan.

Satu di antaranya, penuntasan perkara pengadaan kapal kayu 30 Groos Tonnage (GT) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten tahun anggaran 2011, dengan kerugian negara hampir Rp2 miliar. Perkara disidik hampir empat tahun tak kunjung selesai, sejak 2013.

“Telah kita limpahkan tahap dua berkas tersebut atas nama dua tersangka, ke Kejari (Kejaksaan Negeri) Serang, Banten,” kata Arminsyah kepada wartawan, di Kejagung. Kedua tersangka dimaksud, adalah AB, selaku Ketua Panita Pengadaan dan Mahyudin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sedangkan satu tersangka lain, Al Bin Ali Ib (unsur swasta) masih tahap penyidikan dan belum ditahan.

Kapuspenkum Muhammad Rum secara terpisah usai menerima berkas dua tersangka dan barang bukti, jaksa penuntut langsung menahan dua tersangka.

“Saat diterima pelimpahan tahap kedua, Jaksa pada Kejari Serang langsung menahan dan ditetapkan pada rumah tahanan (Rutan) setempat.”

Dari informasi termutakhir, Mahyudin yang berstatus tersangka, malah justru dipromosi sebagai Kepala Bidang Balai Perumahan dan Pemukiman pada Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) Provinsi Banten. Sementara AB selaku Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten.

SPESIFIKASI

Kasus berawal ketika Pemprov Banten yang menggunakan DIPA tahun anggaran 2011 sebesar Rp12 miliar untuk membuat lima unit kapal yang dananya menggunakan APBD setempat, dua unit dari APBN, dan satu unit APBN-P.

Sejumlah pihak telah diperiksa, mulai Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sejahtera Bersama Binuangen Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Agus Rio.

Ketua KUB Mina Bahari Sidamukti Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Catu Suwarja.

Juga diperiksa Ketua KUB Warga Nelayan Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Karto dan Ketua Koperasi Bumi Karya Binuangen, Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak, Ucu Saptudi.
Penetapan para tersangka dilakukan setelah Kejagung menduga telah terjadi tindak korupsi. Dimana kapal dibuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
(ahi/sir)