Tuesday, 23 October 2018

Setahun Belum Punya Anak Kencani Janda Sekantornya

Sabtu, 27 Agustus 2016 — 6:30 WIB
nahiiii

MENDUGA istrinya mandul, Rahadi, 29, buru-buru mencari WIL. Dapatlah Ida, 28, janda teman sekantornya di bank milik BUMD. Tapi sial, ketika uji coba bikin anak di hotel, pasangan gelap itu digerebek oleh Ny. Ratih, 26, istri Rahadi sendiri. Keduanya pun digelandang ke Polres dan dikenakan pasal perzinaan.

Setiap rumahtangga pasti mengharapkan hadirnya keturunan. Tapi bikin anak itu tak semudah bikin kue apem, sekali adonan dimasukkan wajan cetakan, beberapa menit kemudian sudah jadi. Perlu proses. Ada yang setahun sudah melahirkan, ada pula yang 5-6 tahun baru punya momongan. Tapi yang sistem kilat juga ada, baru menikah 5 bulan anak sudah lahir. Bisa diduga, mereka pasti kasih DP dulu sebelum resmi menikah.

Rahadi yang bekerja di BUMD Palembang, setahun lalu menikah dengan Ratih gadis pilihan sendiri. Tapi sayang, pasangan lain rata-rata sudah punya anak, pasangamn Rahadi – Ratih ini belum ada tanda-tanda kehamilan. Padahal ibarat pabrik, mereka selalu berproduksi terus, bahkan kadang-kadang 3 kali sehari sesendok makan, tapi tak juga lahir momongan yang sangat ditunggu. “Jangan-jangan biniku mandul,” pikir Rahadi.

Rahadi agaknya tidak tahu bahwa hadirnya momongan sangat tergantung ridla Allah. Ada yang setahun sudah punya momongan, tapi ada pula yang baru 10 tahun kemudian baru kakek-neneknya momong cucu. Tanpa tanya kanan kiri langsung saja mendiga bahwa istrinya mandul. “Kamu harus mencari tokoh alternatip Bleh,” kata setan.

Kebetulan di kantornya ada janda muda, yang sudah punya momongan pula. Kepada Ida inilah dia lalu sering curhat tentang rumahtangganya. Terlalu sering bercurhat ria, lama-lama jadi akrab. Setelah akrab bibit-bibit asmara pun tumbuh. Keduanya pun lalu masuk hotel, mau uji coba bikin anak meski belum resmi sebagai suami istri.

Perselingkuhan Rahadi lama-lama tercium oleh Ratih istrinya. Sejak itu sang istri mulai mengontrol perilaku suami, dengan menyewa seseorang untuk jadi mata-mata. Jika mata-mata di masa revolusi resikonya bisa ditembak teman sendiri, mata-mata model Ratih ini justru diminta melapor manakala akan terjadi “tembak-tembakan” dengan peluru yang bukan dua belas koma tujuh.

Beberapa hari lalu Ratih dapat info bahwa suaminya kencan dengan WIL-nya di sebuah hotel di Jalan Sudirman, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Buru-buru dia minta bantuan polisi untuk menggerebeknya. Benar juga, saat digerebek kamarnya, Rahadi – Ida tengah ketanggungan berhubungan intim bak suami istri.

Keduanya pun digelandang ke Polres Palembang, dengan tuduhan pasal perzinaan. Dalam pemeriksaan Rahadi mengakui berselingkuh karena setahun menikah istrinya tak kunjung hamil.

Sabar, bikin anak tidak sama dengan bikin kue pancong. (JPNN/Gunarso TS)