Wednesday, 13 December 2017

Ketua DPRD: Transportasi Air Cisadane Hanya Hamburkan Uang!

Minggu, 28 Agustus 2016 — 13:36 WIB
Salah satu kegiatan ekspedisi Sungai Cisadane yang dilakukan sekelompok pemuda dan pencinta alam serta jajaran Pemkot Tangsel. (anton)

Salah satu kegiatan ekspedisi Sungai Cisadane yang dilakukan sekelompok pemuda dan pencinta alam serta jajaran Pemkot Tangsel. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Program atau rencana Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) untuk membangun tol dan transportasi air di sepanjang Sungai Cisadane mulai dari Kec. Setu hingga Serpong dinilai hanya menghamburkan uang saja karena tak bermanfaat. Bahkan, debit air di sungai tersebut kerap berubah-ubah terlebih musim hujan.

“Wacana itu harus dikaji ulang dan perlu penelitian lebih jauh lagi oleh beberapa pakar karena dinilai hanya menghaburkan uang saja serta tak bermanfaat bagi masyarakat banyak,” kata Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Moh. Ramlie kepada wartawan, Minggu (28/8/2016).

Tentunya sangat berisiko tinggi terhadap penghaburan uang dan lainnya, ujarnya yang menambahkan tak hanya itu kondisi serta situasi debit air yang ada di Sungai Cisadane kerap berubah-ubah terlebih saat memasuki musim penghujan yang kerap meluap airnya.

Jika transportasi air dipaksakan di sungai tersebut saat air meluap tentunya sangat berbahaya bagi mereka yang menumpang perahu dan tentunya harus dihentikan sementara menunggu debit air normal baru kembali dilakukan transportsi air tersebut beda dengan jalan biasa.

TOL LINGKAR BARAT

Sedangkan untuk kebutuhan transportasi, imbuh dia, harusnya setiap saat atau waktu dapat dilakukan tanpa tergantung dari cuaca terlebih untuk umum. Beda lagi untuk wisata tentunya memilih waktu yang tepat dan hanya dilakukan suatu waktu. “Untuk aspek keamanan jika melihat kondisi Sungai Cisadane tentunya sangat tidak aman untuk dijadikan jalur transportasi umum,” ujarnya.

Lebih baik jika Pemkot Tangsel memiliki wacana untuk penambahan sarana jalan atau transportasi, imbuh Moh. Ramlie lebih baik membangun tol di daratan yakni membuat tol lingkar barat khusus untuk kendaraan berat agar kendaraan tersebut tak masuk ke dalam atau tengah kota karena selama ini salah penyebab jalan cepat rusak dan terjadi kemacetan karena kendaraan besar melintas di tengah kota.

Sebelumnya, Pos Kota (25/8) Sekretaris DTKBP Kota Tangsel, Mukoddas Syuhada , mengatakan setelah pihaknya bersama Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) mengecek langsung ke Sungai Cisadane, debit airnya cukup stabil dan sangat memungkinkan dijadikan lalu lintas perairan.

“Bambu salah satu hal yang mendukung dan mempercepat adanya Tol Sungai Cisadane. Dengan bambu bisa membuat transportasi sungai seperti kapal, perahu, getek, kayak dan lainnya. Bahkan, untuk dermaganya pun bisa digunakan dengan bambu. Nantinya bambu juga akan ditanam di sepanjang pinggiran sungai,” katanya.

Setelah master plan dibuat, nantinya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) serta Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel akan turut bekerjasama dalam pembuatan Tol Sungai Cisadane, ujarnya.

(anton/sir)