Tuesday, 17 September 2019

Pembuatan e-KTP Terkendala Blanko

Rabu, 31 Agustus 2016 — 8:00 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pembuatan E-KTP di Jakarta terkendala minimnya blanko dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Saat ini masih 165.172 warga ibukota belum merekam kartu identitas tersebut.

Padahal berdasarkan keputusan Kemendagri, batas perekaman e-KTP akan berakhir hingga 30 September 2016 mendatang.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Edison Sianturi mengungakapkan penduduk DKI Jakarta saat mencapai 10.271.000. Dari jumlah tersebut 7.240.352 di antaranya merupakan usia wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).‎ Dari total warga wajib KTP, tersisa sebanyak 165.172 atau sekitar 2,32 persen yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Sisa yang belum melakukan perekaman jumlahnya 165.172 atau 2,32 persen,” kata Edison Sianturi.

Edison menjelaskan, proses perekaman KTP elektronik masih terus berlangsung. Bahkan, jumlah warga Jakarta yang memasuki usia wajib memiliki KTP DKI Jakarta akan terus bertambah.

Edison mengungkapkan, untuk melanjutkan proses perekaman menuju pencetakan KTP elektronik, ada sedikit kendala yakni minimnya jumlah blanko.‎ Disebutkan kebutuhan blanko di DKI mencapai 62.562 keping. “Tapi yang ada di kita sekarang hanya 50.684. Ini yang berpengaruh pada penduduk yang sudah kita rekam, tapi pencetakan agak terlambat,” tandasnya.‎

BATAS PEREKAMAN

Sebelumnya Mendagri, Tjahjo Kumolo menegaskan batas akhir perekaman e-KTP hingga 30 September. Di saat itu, semua warga mesti sudah memiliki e-KTP untuk melakukan urusan perbankan dan lainnya. Bila tak memiliki e-KTP tak akan diterima. Masih ada 20-an juta masyarakat yang belum memiliki e-KTP.

Tapi Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan, akan ada kelonggaran waktu. Dia juga meminta petugas Disdukcapil melakukan jemput bola. “Itu kan luwes, itu kan kita ingin supaya ada target supaya gerak, saya yakin tidak mencapai. Apalagi di pelosok, di Jakarta saja masih ada yang belum, kesadaran datang kan kadang-kadang sulit,” jelas Tjahjo.

Namun Tjahjo meminta agar masyarakat prokatif. Yang belum memiliki e-KTP agar segera mengurusnya, jangan ditunda-tunda. “Deadline pertama, okelah September segera. Ya kalau memang belum, ya mari. Yang penting kita melayani agar mayarakat sadar pentingnya e-KTP. Karena tidak mungkin merekam sidik jarinya, dia nggak akan bisa dapat paspor, BPJS,” urainya.(guruh)