Monday, 18 December 2017

Kasus Rawajati

Ahok: Panti Asuhan Tidak Jadi Pembenaran

Jumat, 2 September 2016 — 14:30 WIB
Pembongkaran rumah di Rawajati, Jakarta Selatan. (dok. toga)

Pembongkaran rumah di Rawajati, Jakarta Selatan. (dok. toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan membongkar pemukiman warga di RT 09 RW 04 Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Di antara bangunan yang kena dampak adalah panti asuhan Shohibul Istiqomah. Setidaknya ada 35 anak yang menghuni panti tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, panti asuhan tidak bisa dijadikan pembenaran karena bangunan berdiri di atas lahan hijau.

“Kalau Anda menjual panti asuhan, kalau gitu saya boleh dong kuasain Balaikota, saya kasih 100 anak, boleh dong? Boleh dong kalau gitu pakai alasan panti asuhan. Engga usah pakai yayasan untuk sesuatu pelanggaran gitu lho. Jakarta ini udah terlalu banyak pelanggaran, nah kita mau benahin,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, pemprov siap menampung anak asuhan jika pihak yayasan Shohibul Istiqomah tidak lagi mampu.

“Masukin ke panti dong. Kalau kita kan intinya sederhana, kalau kamu punya yayasan. Yayasan itu dalam Undang-undang mengatakan itu sebagian orang menyisihkan hartanya untuk mencapai tujuan yayasan. Kalau kamu buka yayasan, sudah enggak mampu, kasih kepada kami saja,” jelas Ahok.

“Anak-anak kita tampung dong. Kita kasih sekolah. Kita kasih bus sekolah, kalau kamu sekolah jauh,” tambahnya.

Lokasi penertiban yang berada di bantaran rel itu rencananya akan kembali difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Warga RT 09 RW 04 yang terkena penertiban terdiri dari 60 KK dengan 200 jiwa yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di lokasi tersebut.

(ikbal/sir)