Tuesday, 25 September 2018

Pemuda Demen Bini Tetangga Langsung Main Sergap Saja

Jumat, 2 September 2016 — 6:00 WIB
sergap-bini

SEPERTI tak ada wanita lain saja, bini tetangga kok ditelateni juga. Tapi karena kadung cinta, Rosid, 24, lalu menghalalkan segala cara. Ny. Aryani, 28, yang sedang tidur tengah malam di kamarnya, langsung disergap Rosid dan kawannya. Untung bini tetangga itu sempat berteriak, sehingga gagalah perkosaan itu.

Sudah dibilangi, istri tetangga itu tak ubahnya ikan hias. Betapapun cantiknya dia, hak publik hanyalah memandangi saja. Tak boleh lebih dari itu, meski jika kepepet enak juga digoreng. Soalnya, terlibat skandal dengan bini tetangga itu resikonya terlalu berat. Mau sama mau saja jika ketahuan sudah bikin malu, apa lagi tidak mau dipaksa-paksa juga, semangkin tambah malu.

Di kampungnya Seluma Selatan Bengkulu, Rosid punya tetangga wanita yang cantik jelita, setidaknya dalam sudut pandang si anak muda ini. Bodinya sekel nan cemekel, kulit putih bersih, betis mbunting padi, rambut panjang menggapai pantat. Pokoknya sempurna, deh.
Kalau ada cacat hanya satu, Aryani ini sudah punya suami dan anak satu masih balita.
Tapi kata setan, itu nggak masalah. Justru di sini letak tantangan dan daya juangnya. Kemerdekaan saja harus direbut, apa lagi wanita tercinta. Musti diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. “Tapi ingat, Aryani ini sudah punya suami. Jangan kau rusak kebahagiaan orang,” kata hati nurani.

Tapi sayang hati nurani ini ibaratnya kursi di DPRD DKI, hanya punya 2 seperti PAN. Jadi bisa apa? Setan yang memiliki kursi terbanyak, akhirnya mendominasi pemikiran Rosid. Prinsip dan kesimpulannya, cinta itu harus dideklarasikannya. Jika Aryani tidak merespon, ya perkosa saja. Gitu saja kok repot!

Sesuai petunjuk bapak setan, tanpa malu-malu Rosid mendekati Aryani yang berumah selang beberapa pintu itu. Tentu saja Aryani menolak mentah-mentah. Di samping Rosid itu lebih pantas jadi adiknya, lalu mau dikemanakan anak dan suaminya itu. “Kamu masih muda, cari saja perempuan yang masih bebas merdeka, jangan bini orang,” kata Aryani baik-baik.

Kata hati nurani Rosid, betul itu! Ibaratnya Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dia sudah punya tanggungjawab di Surabaya-1, jadi jangan diseret-seret nyagub di DKI karena nawaitunya Asal Bukan Ahok. Presiden Jokowi juga pernah mengingatkan, barang bagus jangan diadu dengan barang bagus pasti rusak salah satu.

Mestinya Rosid jadi nyadar. Tapi karena hati nuraninya seperti PAN di DKI, akhirnya setan yang pegang kursi mayoritas memerintahkan, “Aryani perkosa saja Bleh!” Walhasil Rosid selaku petugas fraksi setan, harus mengamankan instruksi itu. Maka ketika tahu suami Aryani sedang tugar luar kota, dia bermaksud benar-benar memperkosanya.

Tapi rupanya Rosid memang penakut, sehingga dia mengajak temannnya, Kamdi. Tentu saja si teman kaget, orang mau memperkosa kok ngajak teman, memangnya mau dibagi. “Enak saja! Kamu ikut memegangi saja.” Kata Rosid ketus.

Begitulah, tengah malam pukul 02.00 Rosid – Kamdi masuk kamar Aryani lewat jendela. Sicantik yang sedang tidur bersama anaknya itu langsung disergap dan ditindih. Tentu saja Aryani kaget dan bangun dan teriak, “Maling!” Paniklah Rosid dan Kamdi, sehingga keduanya berusaha kabur. Tapi warga yang terbangun mendengar teriakan tuan rumah, langsung menangkap pelakunya. Ternyata si Rosid, sedangkan Kamdi berhasil lolos. Dalam pemeriksaan polisi Rosid mengaku, cintanya bertepuk sebelah tangan.

Ya iya lah, mana mungkin wanita bersuami dua. (JPNN/Gunarso TS)