Saturday, 21 October 2017

Kembali ke Tanah Air, Calon Haji Ini Galau Suami Masih di Filipina

Senin, 5 September 2016 — 21:16 WIB
Ilustrasi Berangkat Haji

JAKARTA (Pos Kota) – Menjadi korban penipuan travel haji dan ditahan selama 17 hari di Filipina, sekitar 177 warga negara Indonesia akhirnya dipulangkan. Meski harus menanggung malu, namun mereka tetap bersyukur bisa kembali kerumah masing-masing.

Inilah yang dialami FS (35), yang akhirnya kembali ke rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (4/9/2016). Dia mengaku bersyukur bisa kembali ke Tanah Air meski banyak kekecewaan yang dirasakan atas kejadian yang menimpanya belum lama ini. “Alhamdulillah bertemu anak-anak lagi,” katanya saat ditemui di kediamannya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (5/9/2016).

Dikatakan FSL, bukannya menjalani ibadah, di Filipina ia bersama ratusan calon jamaah lain malah hidup dibalik jeruji besi. Disitu ia hanya makan satu kali sehari dan itu pun satu piring nasi diperuntukkan untuk 10 orang. “Kalau saya dikumpulkan di aula kecil di sekitaran penjara, yang pria di dalam penjara selama 10 hari. Punya niat baik tiba-tiba malah merasakan itu begitu. Ujian ya,” kata FSL.

Meski ia sudah kembali ke rumah, kata FSL, namun ia masih khawatir. Pasalnya, suaminya berinisial AD (37), masih mendekam di penjara bersama sembilan orang lainnya. “Suami saya masih bertahan di Filipina untuk menjadi saksi bantuan dalam pengungkapan kasus penipuan travel haji di sana,” ujar ibu tiga anak ini.

FSL menceritakan, peristiwa ini bermula dari niat baiknya menunaikan ibadah. Disitu, ia bersama rombongan mengikuti arahan dari pihak travel masing-masing hingga mendapatkan dokumen-dokumen haji dan bersiap untuk diberangkatkan ke Madinah. “Prosesnya lancar, dan saat itu kami langsung dapet kuota haji Filipina,” ujarnya.

Pada 18 Agustus sekitar pukul 18:00, akhirnya rombongan berangkat. Disitu, mereka menggunakan jalur Filipina lalu pesawat langsung ke Madinah. “Namun ternyata semua tak sesuai rencana. Di travel Filipina kami awalnya sudah curiga karena tiba-tiba mereka datang langsung menyuruh kita ke bus,” jelas FSL.

Namun, bukannya berangkat ke Tanah Suci, mereka malah ditangkap. Disitu, mereka dituduh sebagai sindikat penipuan travel haji yang melalui dan menggunakan kuota haji Filipina. “Kebetulan tiga bulan belakangan itu Filipina mengganti pemerintah. Jadi mau menghilangkan korupsi gitu-gitu. Jadi ketat,” kata dia.

Menurut FSL, ada enam travel haji di Indonesia yang bekerjasama dengan pengelola keberangkatan haji di Filipina, yang dikepalai oleh Syeikh Rasyidin. Keenam travel itu lah yang membawa 177 calon haji melalui jalur Filipina dan akhirnya malah menjadi korban penipuan. “Ini ujian untuk kami, mudah-mudahan kami kuat menerima ujian ini,” ungkapnya. (ifand/M4)