Tuesday, 21 November 2017

Kasus Video

Ahok Keberatan Mahasiswa UI Hanya Minta Maaf

Rabu, 7 September 2016 — 10:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.(m10)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.(m10)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram dengan aksi oknum mahasiswa Universitas Indonesia yang membuat video bernada SARA.

Video berjudul ‘Gema Pembebasan UI Tolak Ahok’ tersebar di dunia maya dan menjadi viral atau menyebar di media sosial. Diketahui mahasiswa tersebut adalah Boby Febry Krisdiyanto, mahasiswa pascasarjana fakultas ilmu keperawatan.

Meski tidak bisa mencampuri pihak UI terkait sanksi yang mungkin akan diberikan kepada Boby, pria yang akrab disapa Ahok ini menilai Boby pantas mendapat sanksi tertinggi, yakni Drop Out (DO) atau dikeluarkan.

“Saya gak berhak, itu urusan UI ya. Kalau saya, saya pecat dari mahasiswa. Karena gak guna, mahasiswa disekolahin. Karena UI ini dibayar oleh APBN. Jadi kalau kamu lulusan dari PTN, kamu harus sadar, kamu lulus dibayar oleh uang rakyat,” kata Ahok di Balaikota Jakarta, Rabu (7/9/2016).

(Baca: Video ‘Mahasiswa UI Tolak Ahok’ di Media Sosial Dikecam)

Menurutnya, APBN disusun berdasar pada empat pilar, termasuk di dalamnya UUD 45 dan Pancasila. Karenanya tidak dibenarkan berperilaku rasis dan SARA karena bertentangan dengan UUD 45 dan Pancasila.
Seakan menyadari kesalahannya, Boby mengirimkan surat permintaan maaf yang ditujukan kepada Rektor UI. Dalam surat bertanggal 6 September 2016 itu, menyatakan menyesal.

“Saya mengakui kekeliruan yang telah saya lakukan karena menggunakan properti UI tanpa izin pihak universitas dan isi orasi menyebabkan keresahan khususnya pada seluruh sivitas akademika Universitas Indonesia dan masyarakat pada umumnya,” tulis Boby.

“Oleh karena itu saya mohon maaf kepada pimpinan Universitas Indonesia atas perbuatan tidak menyenangkan yang telah saya lakukan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan hal tersebut di atas.”

Mengenai surat permintaan Boby tersebut, Ahok menilai permintaan maaf tersebut tidak serta merta menyelesaikan masalah. Menurutnya sikap rasis yang ditunjukkan dalam video tak selesai hanya dengan surat permintaan bermaterai.

“Saya tidak berhak campuri urusan UI. Itu kembali ke putusan UI. Karena itu haknya UI. Tapi kalau saya sebagai warga negara, saya keberatan. Orang sudah rasis begitu, menjual nama UI, lalu hanya minta maaf, pakai materai, lalu selesai? tutup Ahok.

(ikbal/M7/M10/sir)

  • Wicaksana

    Pascasarjana kok pikirannya picik. Rasis tanpa pikiranya picik. Lihat orang lain sdh menghasilkan teknologi tinggi, di sini masih saja bicara SARA melulu. Kapan majunya?

    • Aicha

      Hahahaha…skarang ahok kena batunya😂😂😂😂😂 2 bulan yg lalu dia begituin orang 1 (mahasiswa UI) skarang dia di begituin seluruh umat Islam se Indonesia….knapa skarang di bilang cukup minta maaf aja padahal ahok bukan menjelekan 1 manusia tapi Kitab SuciUmat Islam SeDunia…bagi kita Umat Islam smua isi Alquran adalah Firman ALLAH SWT,berarti ahok dgn kata lain bilang kalau ALLAH SWT itu dusta!!!itu sdh bukan masalah kecil…bagi kita itu nyawa kita…jadi dgn kata lain hal ini tidak cukup dgn minta MAaf saja…gimana mau jadi pemimpin?? Kalau dgn mayorita dia melecehkan seenak nya aja…kalau pemimpin tuh jgn asal bicara pak…pikir panjang2 smua yg mau kluar dari mulut…skarang dia menyinggung Al Maidah 51, nanti bisa aja anda singgung Al Maidah 3…karna bagi anda itu mengganggu anda,karna cara makan kita berbeda…apa lagi abis ini pak….kita ga takut pak karna kita punya Tuhan Maha Melindungi umatnya jadi siapapun di blakang anda kita punya Tuhan yg akan melindungi kita.kita bisa sengsara di dunia tapi kita yakin di Akherat kita akan bahagia…Alhamdulillah

  • citra laguna

    “Karena UI ini dibayar oleh APBN. Jadi kalau kamu lulusan dari PTN, kamu harus sadar, kamu lulus dibayar oleh uang rakyat.” Itu buat anak reguler atau yang dapet beasiswa aja kali. Vokasi, paralel, eksetensi dll. masih mati-matian bayar uang semesteran yang jumlah terus progresif tiap taun ajarannya. Ditambah sistem paket untuk sks yang kalo ngulang cuman satu mata kuliah (2/3/6 SKS) sebanding dengan 7-8 matkul (19-24 SKS).

  • BangJeks

    sipp… ga cukup cm minta maaf, sm sperti ahok sendiri, dia jd gubernur bkn utk menghina ajaran agama orang lain, bkn utk memaki tp utk kerja yg hasilny bs mensejahterakan rakyat yg gajiny dr uang rakyat, ahok harus di hukum, dan di copot dr jabatannya..

  • A

    Baik kedua belah pihak sama” salah dan harus pikirkan baik” apa yg mau di sampaikan agar tidak jadi suatu permasalahan jika terdapat kesalahan dalam isi materi yg dalam ucapan kalo belom punya ilmu bahkan ilmu masih kurang jangan sampaikan sesuatu hal tersebut

    Pak ahok selaku wakil rakyat yang non islam cukup bilang aja ke orang kepulauan seribu itu “bapak-bapak dan ibu-ibu jangan pilih saya kalo gak suka dengan program kerja (visi dan misi saya) atau karena sifat saya dalam memimpin jakarta” gak perlu bawa embel” ayat suci al-qur’an segala

    Soal mahasiswa UI itu dia hanya ingin mengajukan aspirasi rakyat cuman bukan pada tempatnya dan dia belom menguasai tentang ilmu politik secara baik serta matang makanya dia mengumpatkan kata” rasis dan sejenisnya tanpa di pikirkan baik” terlebih dahulu dan semestinya dia memberikan solusi terbaik gimana caranya orang jakarta bisa hidup tentram dan damai dalam era kepemimpinan si bapak gubernur ahok daripada di anggep “talk more do less as a college student” lebih baik bertindak secara bijak dan sesuai dengan norma yg ada dalam lingkup sosial negara kita

  • Budi Surya

    Termakan kecongkakannya sendiri…

  • irwansmy

    UI dibayar APBN.APBN dibayar dari APBD.
    Gubernur sampai Lurah,lalu PPSU,SATPOL PP dibayar APBD.
    Dana APBD dari mana Pak?
    Dari Pph saya.Blm masyarakat yg lain.
    Dan lainnya.
    Tidak usahlah ungkit2 masalah siapa yg biayai.

  • Namaku Bento

    Ha
    Ha
    Ha
    Ha
    Ha
    Ha
    Ha