Tuesday, 13 November 2018

Pasangan Overdosis Pingsan Dalam Mobil Bersama Anak Empat Tahun

Sabtu, 10 September 2016 — 17:40 WIB
Pasangan ini mengemudi dalam keadaan overdosis, bersama anak umur empat tahun.

Pasangan ini mengemudi dalam keadaan overdosis, bersama anak umur empat tahun.

AMERIKA– Polisi Ohio, AS, menyiarkan foto dari satu pasangan yang mengalami overdosis heroin bersama seorang anak berusia empat tahun di dalam mobil mereka.

Rhonda Pasek, 50, dan James Acord, 47, didakwa membahayakan anak-anak, karena mereka kehilangan kesadaran saat berhenti mendadak di tengah lalu lintas di East Liverpool.

Anak laki-laki berusia empat tahun yang merupakan putra Pasek, kini diambil alih perawatannya oleh dinas layanan anak-anak kota itu .

Pihak berwenang merilis gambar untuk meningkatkan kesadaran tentang epidemi heroin negara Midwestern AS.

Dalam posting Facebook polisi, dituliskan: “Kami merasa perlu untuk menunjukkan sisi lain dari obat yang mengerikan ini.”

“Kami merasa kami perlu menjadi suara bagi anak-anak yang terjebak dalam kekacauan mengerikan ini.”

“Anak ini belum dapat berbicara untuk dirinya sendiri tapi kami berharap kisahnya dapat meyakinkan pengguna narkoba lain untuk berpikir dua kali tentang penyuntikan racun ini ketika memiliki kewajiban mengasuh anak.”

Pasangan ini ditahan pada Rabu sore setelah polisi melihat mobil mereka bergerak tak menentu.

Petugas polisi mengikuti kendaraan seperti berkelok-kelok sepanjang jalan sebelum mengerem mendadak di belakang sebuah bus sekolah yang mengantar anak-anak.

Ia mengatakan mata bola Acord tampak nanar, ‘kepalanya mengangguk-angguk dan omongannya hampir tidak dapat dimengerti.”

Paramedis dipanggil untuk memberikan obat anti-overdosis Narcan setelah pasangan itu jatuh pingsan.

Mereka dibawa ke rumah sakit dan dihadapkan di pengadilan sehari kemudian.

Acord dijatuhi hukuman 180 hari penjara setelah mengakui tuduhan mengemudi di bawah pengaruh dan membahayakan anak-anak, lapor Weirton Daily Times.

Pasek mengaku tidak bersalah atas tuduhan membahayakan anak-anak dan perilaku yang mengganggu.

Pernyataan resmi balai kota menyebut: “Kami sangat menyadari bahwa mungkin ada yang tersinggung dengan gambar-gambar ini, dan untuk itu kami benar-benar minta maaf.

“Tapi sekaranglah saatnya publik bukan pengguna narkoba melihat apa yang kami hadapi sehari-hari.”(BBC)