Tuesday, 25 September 2018

Menikmati Pesta Kuliner Khas Jawa di Summarecon Mall Bekasi

Sabtu, 10 September 2016 — 10:39 WIB
Bekasi, Kuliner -Lina

BEKASI (Pos Kota) – Festival Kuliner Bekasi (FKB) kembali digelar  Summarecon Mal Bekasi menyajikan beragam makanan nusantara. Ajang kuliner tahunan kali ini membawa ke suasana kuliner dan lokasi dibuat seperti di kota-kota Jawa.

Bagi para pengunjung yang rindu memanjakan lidah dengan cita rasa kuliner Indonesia, setiap tahunnya FKB selalu membawa makanan dan kebudayaan khas daerah yang berbeda.

Kali ini FKB mengusung budaya khas Jawa yang memiliki ragam kuliner yang lezat serta budaya yang menarik untuk diketahui dan dinikmati. Acara yang berlangsung mulai 9 September – 2 Oktober 2016 ini memiliki tagline “Panganane wenak, musike jos..!!” yang artinya makanannya enak, musiknya asik.

Para pengunjung bisa menikmati makanannya sambil mendengarkan musik yang berada di area parkir bergabung dengan downtown walk sebagai area live musik.

Menyesuaikan dengan kebudayaan khas Jawa, area lesehan didirikan berada di antara area Downtown Walk dan FKB untuk menciptakan nuansa makan yang lebih santai bagi pengunjung.

Area menikmati kuliner khas Jawa di di SMB sambil mendengarkan musik.(lina)

Area menikmati kuliner khas jawa di di SMB sambil mendengarkan musik.(lina)

Kehadiran hiburan dari musisi papan atas tanah air di tiap akhir pekan tidak lepas sebagai upaya untuk memberikan hiburan yang menyeluruh bagi pengunjung FKB.

“Sejak dimulai di tahun 2013, FKB telah menjadi sebuah event tahunan yang selalu ditunggu oleh masyarakat Bekasi. Setiap tahunnya beragam konsep kami coba jalankan, hingga pada tahun ini ada perbedaan yang cukup signifikan dalam rangkaian FKB ke-4,” Willy Effendy selaku GM Operation Summarecon Mal Bekasi saat ditemui di Summarecon Mal Bekasi semalam (9/9).

“ Tahun ini kami coba perkuat dari sisi entertainment dengan harapan pengunjung semakin betah dan terhibur untuk menghabiskan waktu selama FKB sekaligus membedakan Summarecon Mal Bekasi dengan mal-mal lainnya yang ada di wilayah Bekasi,” tambahnya.

Ragam Kuliner Khas Jawa

Dengan luas area 9500m2, area parkir barat The Downtown Walk akan diubah menjadi area makan dengan dekorasi menarik berupa sejumlah replika yang menjadi icon daerah seperti replika candi, replika Tugu Yogyakarta, Tugu Jam Pasar Gede, dan Gapura Makutha Solo. Nuansa khas Jawa juga dapat dilihat dari dekorasi booth makanan yang di desain layaknya rumah joglo khas Jawa.

Festival Kuliner Bekasi menghadirkan 82 tenant yang terbagi atas 30 gerobak dan 52 booth. Selama 24 hari, pada hari Senin-Kamis pengunjung dapat menikmati acara Festival Kuliner Bekasi mulai pukul 16.00-22.00 WIB, sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 16.00-23.00 WIB. Untuk hari Sabtu dan hari libur dimulai pukul 11.00-23.00 WIB, sementara hari Minggu mulai pukul 11.00-22.00 WIB.

Tempat lesehan bagi pengunjung yang menikmati kulinernya.(lina)

Tempat lesehan bagi pengunjung yang menikmati kulinernya.(lina)

Pengunjung dapat puas berwisata kuliner makanan khas Jawa dari 52 booth seperti Gudeg Jogja Pejompongan, Bakmi Jogja Mbah Padmo, Sate Klatak Mas Tanto, Tengkleng Solo, Srabi Solo Notosuman Ny. Handayani, Martabak bro, Es oyen pak eef, Bakso Mercon dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu aneka jajanan juga tersedia di 30 gerobak seperti Tahu Petis Yudistira, Angkringan nasi kucing “ini warjok”, Es selendang mayang, Mie ayam “jawir ndower”, Jajanan baheula “djava oenik”, Putu bambu medan, dan aneka jajanan lainnya.

Untuk menikmati makanan bersama orang terdekat, tersedia area makan lesehan bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana yang lebih santai.

Sistem pembayaran yang digunakan untuk melakukan transaksi di Festival Kuliner Bekasi ini pengunjung akan menggunakan uang-uangan dengan nominal Rp 1, Rp 5, Rp 10, Rp 20, dan Rp 50 yang setara dengan nominal ribuan.

Pengunjung dapat menukarkan uang di kasir yang tersedia agar dapat menikmati setiap keseruan yang ada di FKB 2016.

Selain dapat memanjakan lidah dengan aneka masakan khas Jawa, di Festival Kuliner Bekasi para pengunjung dapat mencoba permainan “Mogo” atau Mobil Gowes.

Permainan ini berupa mobil yang berhiaskan lampu dan musik yang meriah. Untuk menjalankannya, pengunjung harus menggowes pedal seperti mengendarai sepeda. Cukup dengan membayar Rp 30.000, pengunjung sudah dapat mencoba permainan Mogo ini.

Selain itu adapula becak mini yang bisa dikendarai oleh para pengunjung secara gratis di area dekat Tugu Yogyakarta.

Tidak hanya itu, kekayaan budaya khas Jawa pun dapat disaksikan oleh para pengunjung di panggung The Downtown Walk berupa tari-tarian khas Jawa seperti Tari Baksan Wireng, Tari Renggawati, Tari Gambyong, Tari Sekar Bedhaya, Tari Serimpi, dan Tari Diasmara.

Keunikan  FKB tahun ini pun ditambah dengan adanya penampilan dari Pak Kusen yang didatangkan langsung dari Demak, Jawa Tengah. Pak Kusen akan menghibur para pengunjung dengan aksi botol bernyanyi yang unik dan lucu. (lina)

  • Riza Permadi

    Asiik juga nih..
    Tp sebelumnya mau tanya, ada makanan nasi pecel khas Banyuwangi gak’..?