Saturday, 15 December 2018

Heboh Jemaah Haji Nonkuota Terima Makanan Berlabel Kemenag

Senin, 12 September 2016 — 6:16 WIB
Keterangan pers soal makanan berlabel Kemenag

Keterangan pers soal makanan berlabel Kemenag

ARAB– Muassasah Asia Tenggara mengaku bahwa pihaknya lah yang mendistribusikan katering berlabel Kementerian Agama pada jemaah haji yang tinggal di Maktab 51. Mereka adalah jemaah haji furoda (non kuota) yang berasal dari beberapa negara seperti Kamboja, Filipina, termasuk juga Indonesia.

“Kita minta maaf sama Kemenag. Itu kekeliruan kita,” demikian dikatakan Ketua Muassasah Asia Tenggara Mohammad Amin Indragiri saat jumpa pers di Kantor Satgas Arafah, Minggu (11/09) petang waktu setempat.

Permintaan maaf ini disampaikan Amin sehubungan adanya temuan mengenai makanan dengan kemasan bols berlabel Kemenag tapi diberikan kepada bukan jemaah haji Indonesia. Mendengar informasi tersebut, tim PPIH Arab Saudi segera melakukan monitoring ke Maktab 51. Selain itu, PPIH juga menemui pimpinan Muassasah sebagai pihak yang bertanggung jawab dengan distribusi katering tersebut. Dari hasil penelusuran tersebut, diketahui bahwa makanan itu didistribusikan untuk jemaah furoda yang tinggal di Maktab 51.

Muassasah Asia Tenggara melayani katering untuk 26 maktab jemaah haji Indonesia. Menurut Amin, selain Indonesia, muassasah juga menerima kontrak untuk melayani katering 2014 jemaah haji furoda yang ditempatkan di Maktab 51.

Amin mengaku tidak sengaja menggunakan penutup kemasan katering dengan tutup yang berlabel Indonesia. “Insya Allah kalau ada umur, tahun depan kekeliruan yang semacam ini tidak terulang,” katanya.

Namun demikian, Amin mengaku kalau makanan yang disajikan juga masakan bercita rasa Indonesia. Sebab, lanjut Amin, jemaah furoda yang berasal dari berbagai negara itu memang lebih memilih menu masakan Indonesia.

“Kami tidak bisa melarang atau tidak menyajikan makanan Indonesia karena ini permintaan mereka,” kata Amin.

Menurut Amin, masyarakat Saudi juga termasuk penggemar masakan Indonesia. “Setiap hari Jumat dan Sabtu lebih senang menu masakan Indonesia. Hampir 70 persen masyarakat Saudi senang masakan Indonesia, karena cita rasa enak dan bumbu-bumbunyab bisa diterima orang Saudi,” tegasnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil memastikan kalau peristiwa ini tidak berpengaruh terhadap layanan katering jemaah haji Indonesia.

“Aman. Jadi makanan untuk jemaah haji Indonesia aman. Kalau ada kekurangan kami langsung on the Sport mengatasi di lapangan,” ujarnya.

Abdul Djamil berharap, muassasah ke depan lebih berhati hati. Mereka menganggap tindakan seperti ini dianggap tidak mempunyai implikasi apa-apa, hanya masalah box saja. “Tetapi bagi kita sebagai penyelenggara haji yang juga diawasi masyarakat, ini kan bisa menimbulkan banyak penafsiran. Makanya sore ini kita klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan dan langsung menyampaikan permintaan maaf,” tandasnya.

Selain menyampaikan permintaan maaf secara lisan, pihak Muassasah juga menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada Kementerian Agama yang ditandatangani langsung oleh Ketua Muassasah. (kemenag)