Tuesday, 14 August 2018

YLKI Desak Pemerintah Keluarkan Travel Warning ke Singapura

Rabu, 14 September 2016 — 12:11 WIB
YLKI

JAKARTA (Pos Kota) – Menyusul merebaknya virus zika, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan travel warning kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke Singapura.

“Guna memberi perlindungan terhadap warga negara dan konsumen Indonesia sampai virus zika mereda di Singapura,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Rabu (14/9/2016). “Mumpung virus zika belum menjadi wabah baru di Indonesia.”

Namun, YLKI menduga pemerintah ciut nyali dengan Singapura. Sehingga belum atau tidak berani mengeluarkan travel warning ke Singapura.

Padahal, ia menegaskan potensi risikonya sangat tinggi karena warga Indonesia adalah pengunjung tertinggi di dunia ke Singapura. Aneh bin ajaib.

Pemerintah seharusnya pro aktif melindungi warganya dari potensi besar tertularnya virus zika dari Singapura dan negara ASEAN lainnya. “Jangan mengorbankan kesehatan warga negara Indonesia hanya karena mempertimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan Singapura,” tandas Tulus.

Kerugian sosial ekonomi RI akan lebih besar jika virus zika menjadi wabah baru di Indonesia, hanya karena pemerintah lamban mengantisipasinya.

Untuk melindungi warga negaranya, banyak negara yang sudah mengeluarkan travel warning (larangan berkunjung) bagi warga negaranya bepergian ke Singapura. Tercatat saat ini sudah 6 (enam) negara di dunia yang mengeluarkan travel warning ke Singapura, yakni: Australia, China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong.

Pemerintah hingga saat ini baru mengeluarkan advisory travel (imbauan) untuk tidak bepergian ke Singapura. Sementara tingkat risiko warga negara Indonesia tertular virus zika di Singapura sangat tinggi, karena setiap tahun terdapat minimal 2,5 juta orang Indonesia yang berkunjung ke Singapura, atau 6.844 orang per harinya.

Warga Singapura yang datang ke Indonesia juga harus dideteksi secara intensif. Ini bisa dilakukan di bandara atau di pelabuhan seperti di Batam. (setiawan)