Sunday, 23 September 2018

Forum RT/RW se-DKI Tuding Ahok Arogan

Jumat, 16 September 2016 — 16:46 WIB
Massa forum RT/RW se-DKI Jakarta saat berorasi di depan gedung DPRD, disambut Wakil Ketua DPRD M. Taufik. (Joko)

Massa forum RT/RW se-DKI Jakarta saat berorasi di depan gedung DPRD, disambut Wakil Ketua DPRD M. Taufik. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Sekitar 100 massa Forum RT/RW se-DKI Jakarta berunjuk rasa di depan gedung Balaikota maupun DPRD. Mereka mendesak agar Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghargai kelembagaan RT/RW yang selama ini dipandang negatif oleh orang nomor satu di Ibukota.

“Kami tidak butuh belas kasihan dari Gubernur, tapi kami minta kelembagaan kami dihargai. Karena kami sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat,” ujar Effendi, di depan gedung dewan, kawasan Kebon Sirih, Jakpus, Jumat (16/9). Mereka minta kepada Ahok untuk jangan selalu menjelek-jelekkan RT/RW sebagai kordinator PKL liar, dan lainnya.

Rahmat, anggota forum tersebut juga menilai sikap Ahok sebagai gubernur sangat arogan. “Kami tidak mau lagi dipimpin gubernur yang arogan, melakukan penggusuran yang menyengsarakan rakyat miskin, tidak beretika, dan melecehkan lembaga RT/RW.

“Dia gubernur yang menghapus surat pengantar dari RT/RW. Padahal surat pengantar ini masih sangat perlu, sekaligus untuk deteksi dini tentang keamanan lingkungan,” tandasnya. Mereka juga minta agar kewajiban RT/RW melapor lewat aplikasi Qlue juga dihapus.

demo-ahok

Sejumlah demonstran yang tergabung dalam forum RT dan RW akan melakukan aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/9/2016). (toga)

Pada orasi pertama di depan gedung Balaikota DKI Jakarta, tidak satu pun pejabat yang bersedia menerima perwakilan forum. Kemudian massa berlanjut menggelar demo di depan gedung DPRD.

Sesampainya di sini, mereka diterima oleh pimpinan dewan antara lain ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi, M. Taufik, Syarif, dan lainnya. Intinya dewan berjanji memperjuangkan aspirasi mereka agar diterima Pemprov DKI Jakarta. (Joko)