Friday, 19 April 2019

Water Treatment Plant Dibangun di Pejagalan

Jumat, 16 September 2016 — 18:22 WIB
Pembukaan plang IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) menandai ground breaking dari pembangunan pengolahan air bersih. (wandi)

Pembukaan plang IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) menandai ground breaking dari pembangunan pengolahan air bersih. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota)- Untuk mengurangi defisit air bersih di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara dan sekitarnya, yakni PT Jakarta Propetindo (Jakpro) dan PAM Jaya bekerjasama membangun Water Treatment Plant (WTP) Hutan Kota di wilayah Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Diharapkan dengan adanya pembangunan oleh Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta nanti wilayah Penjaringan terutama di Kapuk Muara dan Kapal Muara akan terpenuhi.

Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo Chairul Hakim, mengatakan pembangunan WTP ini merupakan fasilitas pengolahan air bersih yang kedua. Pembangunan ini dilakukan tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat.

“Memang saat ini sejumlah wilayah belum ada pasokan air bersih, maka dari itu saya berharap dengan adanya WTP ini kedepan wilayah-wilayah yang kekurangan air akan dapat teratasi. Pembangunan tahap dua ini kami targetkan sekitar 1,5 tahun,” ujar Chairul.

Menurutnya, dengan keberadaan WTP kedepan defisit air bersih akan dapat diatasi. Sebab sebelumnya pasokan air antara 3.800 – 9000 liter per detik, dengan keberadaan WTP Pejagalan yang mengambil sumber air baku dari Kanal Banjir Barat (KBB) tersebut dapat menambah hingga 500 liter per detik.

Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat, mengatakan pembangunan WTP nantinya akan melengkapi tujuh WTP yang ada yakni WTP itu di Buaran I, Buaran II, Pejompongan I, Pejompongan II, Taman Kota, Cilandak, dan Pulogadung. Pembangunan ini dilakukan karena kebutuhan air di wilayah Jakarta terus mengalami peningkatan sehingga pihaknya membuat terobosan membangun WTP ini.

“Dalam pembangunan ini nanti teknologi yang akan digunakan membran terbaru yang sesuai dengan karakter air sungai di Jakarta. Diharapkan dengan cara ini akan dapat menghasilkan air bersih yang terjamin kualitas dan keamanannya untuk dikonsumsi,” ujar Erlan.

Nantinya air bersih tersebut akan distribusikan ke 45 ribu sambungan baru seperti wilayah Jakarta Barat (Jelambar, Daan Mogot, dsb) serta Jakarta Utara (Pejagalan, Kapuk Muara, Penjaringan). Ini dilakukan karena wilayah-wilayah tersebut pasokan air masih tergolong minim.

Secara terpisah Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi mengaku mendukung adanya pembangunan WTP ini. Diharapkan dengan cara ini kedepan sejumlah wilayah seperti Kamal Muara dan Kapuk Muara yang masih kekurangan pasokan air bersih dapat diatasi.

“Kami sangat mendukung adanya pembangunan pengolahan air bersih ini. Selama ini memang dua wilayah di Jakarta Utara yakni Kelurahan Kamal Muara dan Kapuk Muara masih minim pasokan air. Makanya saya berharap dengan adanya pembuatan WTP ini kedepan warga tidak akan kesulitan air bersih lagi,”terang Wahyu Haryadi. (wandi)