Tuesday, 13 November 2018

Obat Kadaluarsa Beredar, DPRD DKI Tuding BPOM Kecolongan

Minggu, 18 September 2016 — 1:37 WIB
Obat kadaluars ayang disita polisi

Obat kadaluars ayang disita polisi

JAKARTA (Pos Kota) – Dinas Kesehatan DKI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dinilai lamban dalam mengantisipasi peredaran obat kadaluarsa yang marak beredar di pasaran.

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menyatakan babhwa ke dua instansi tersebut bisa dikatakan kecolongan. “Seharusnya langkah antisipasi yang dilakukan bukan penanganan. BIla obat kadaluras tersebut sudah beredar ya bisa dikatakan kecolongan,” ujar pria yang akrab disapa Pras ini, Sabtu, (17/9).

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan ini beredarnya obat kadaluarsa harus menjadi perhatian serius. Razia besar-besaran harus segera dilakukan di seluruh pasar yang menjual obat-obatan di Jakarta. Mengingat masalah ini memiliki dampak besar pada kesehatan warga yang mengkonsumsinya.

Lebih lanjut Pras menambahkan banyaknya obat kadaluwarsa di yang beredar di Jakarta bukan hanya di Pasar Pramuka berdatangan dari daerah sekitar yang kelebihan stok tapi tidak dapat digunakan kembali “Jadi banyak pasien atau toko obat di daerah kelebihan stok lalu dijual kesana, sangat berbahaya bagi orang yang sedang sakit,” ujarnya.

Karenanya pengawasan harus diperketat dan ditingkatkan lagi agar memutus peredaran obat kadaluwarsa dan tidak berizin tersebut. “Pengawasan ditingkatkan, Dinas Kesehatan DKI juga harus sering turun sidak dan bisa cabut izin bagi pemiliknya,” katanya.

PASAR PRAMUKA

Seperti diketahui sebelumnya Polda Metro Jaya menggerebek sebuah rumah di Jalan Kayu Manis, RT 7/14, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur yang dijadikan tempat penyimpanan berbagai obat kadaluarsa.

Di tempat itu polisi menemukan 49 botol obat cair kadaluarsa berbagai macam merk, 24 karung obat kadaluarsa berbagai merk, 122 streep obat kadaluarsa berbagai macam jenis dan merk yang sudah diganti masa expirednya, dan 3 botol nail polish remover serta cotton bud.

Selain itu, ditemukan pula 1.963 strip obat kadaluarsa berbagai merk. Mulai dari flavin obat untuk alergi, sohobal, obat elancar darah, Scopamin plus obat sakit perut, Zincare obat untuk diare, Lodia obat untuk Diare. Ada pula obat untuk diabetes seperti Forbetes dan obat kolesterol. Ada juga obat untuk nyeri tulang dan vitamin. diketahui rumah itu merupakan tempat penyimpanan dagangan obat milik toko obat Mawar Guci di Pasar Pramuka.(guruh)