Sunday, 19 November 2017

Presiden Duterte Serang Uni Eropa dengan Kata-kata Kotor

Rabu, 21 September 2016 — 17:39 WIB
Rodrigo Duterte Presiden Filipina

Rodrigo Duterte Presiden Filipina

FILIPINA- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyerang Uni Eropa (UE) dengan kata-kata kotor setelah parlemen UE mengecam keras gelombang ‘pembunuhan di luar proses peradilan’ di negara tersebut.

Sambil menggunakan jari tengahnya -yang di budaya Barat dinilai sangat kasar- Presiden Duterte menyumpahi Uni Eropa dan menyatakan bahwa lembaga ini mengkritik keras Filipina karena untuk menebus dosa-dosa yang mereka lakukan.

Pernyataan ini ia sampaikan ketika bertemu dengan pejabat di Davao, Filipina selatan, Selasa (20/09) malam, yang direkam oleh stasiun televisi ABS-CBN.

Sejak disumpah menjadi presiden akhir Juni sekitar 3.000 orang dibunuh, sepertiganya diduga sengaja ditembak mati oleh polisi dan sisanya oleh orang-orang tak dikenal menurut statistik kepolisian.

Ia menang besar di pemilihan presiden setelah berjanji bahwa 100.000 penjahat akan ia bunuh dalam kampanye memberantas kejahatan narkoba.

Pada hari Minggu (18/09) Duterte mengatakan bahwa perang melawan penjahat akan diperpanjang enam bulan karena masalah narkoba lebih parah dari yang ia duga.

Pekan lalu parlemen UE mengatakan mereka sangat khawatir dengan tingginya korban ‘pembunuhan di luar proses peradilan’ atau extrajudicial killing di Filipina.

Resolusi UE menyebutkan bahwa Duterte harus menghentikan ‘eksekusi tersebut dan segera melakukan penyelidikan’.

Duterte mengatakan kalau pun memang ada pembunuhan di luar proses hukum, para korban kasus ini adalah para penjahat.(BBC)