Friday, 16 November 2018

Bunga Dracaena dan Krisan Asal Sukabumi Tembus Ekspor

Kamis, 22 September 2016 — 8:35 WIB
Stand pupuk organik dalam acara Jambore Varietas dan Temu Bisnis Florikultura di Sukabumi. (sule)

Stand pupuk organik dalam acara Jambore Varietas dan Temu Bisnis Florikultura di Sukabumi. (sule)

SUKABUMI (Pos Kota) – Kabupaten Sukabumi termasuk dalam kawasan bunga dan daun potong (kabudapo) di Jawa Barat, selain Cianjur, Bandung Barat dan Bogor.

Luas kebun bunga krisan sekitar 30 Ha (sekitar 600 unit Green House) atau kedua terbesar setelah Cianjur dengan luas 40 Ha (800 unit Green House). Tak hanya itu, Kabupaten Sukabumi juga menjadi pusat penghasil dracaena yang menembus pasar ekspor.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi, Sudrajat di sela-sela kegiatan Jambore Varietas dan Temu Bisnis Florikultura di Kampung Pasirhalang, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kasi Pengembangan Produksi Tanaman Hias, Deni Ruslan menambahkan tujuan penyelenggaraan jambore dan temu bisnis ini untuk mempercepat tingkat adopsi, meningkatkan kualitas, memperkenalkan budidaya organik varietas bunga krisan di kalangan petani serta memperkenalkan bunga potong lain (selain krisan) sebagai diverifikasi usaha petani.

“Kegiatan ini juga untuk mempertemukan petani produsen bunga potong dengan stakeholders. Kami berharap adanya daya adopsi petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas, varietas krisan yang diperkenalkan oleh Balithi, adanya diverifikasi usaha petani bunga dan daun potong. proses budidaya bunga krisan organik dan erjadinya transaksi bisnis antara petani produsen dan stakeholders,” tuturnya.

Pengaman di lokasi dibuka beberapa stand/bazar sejumlah hasil buah tangan kelompok tani, seperti bibit tanaman hias, pupuk, dan lainnya.
bunga

Bunga Dracaena dan Krisan Asal Sukabumi

Direktur CV Putra Karya Sejahtera, Rudy Purwadi mengapresiasi jambore ini karena akan membuka peluang pasar. Terlebih, sebagai pelaku usaha yang bergerak sebagai distributor pupuk organik, dalam kegiatan yang dibuka Bupati Sukabumi, Marwan Hamami ini menjadi ajang mengedukasi petani dengan konsep go green.

“Ajang ini akan mengedukasi petani bagaimana manfaat penggunaan pupuk organik yang diperkaya mikroba. Banyak keunggulan pupuk organik karena tidak bersifat meracun tanah. Justru mampu mengembalikan sruktur tanah yang tidak subur atau bantat. Manfaat lainnya yakni pupuk organik lebih efesien dibanding kimia,” ujarnya.
(sule/sir)