Friday, 19 July 2019

Perpamsi DKI Gelar Seminar demi Tingkatkan Layanan Air Minum

Kamis, 22 September 2016 — 11:39 WIB
Mendagri Tjhajo menyaksikan MoU pada acara seminar yang digelar DPD Perpamsi DKI Jakarta. (Joko)

Mendagri Tjhajo menyaksikan MoU pada acara seminar yang digelar DPD Perpamsi DKI Jakarta. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Dewan Pembinaan Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (DPD Perpamsi) DKI Jakarta yang terdiri dari PAM JAYA, PT. PAM Lyonnaise Jaya dan PT. AETRA Air Jakarta, kembali menyelenggaran kegiatan seminar. Seminar yang diikuti oleh PDAM dari seluruh propinsi di Indonesia, dibuka oleh Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Hampir semua Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Indonesia punya banyak masalah, termasuk PAM Jaya dalam status lampu merah,” ujar Tjahjo Kumolo di Mercure Hotel, Ancol Taman Impian, Jakarta, Kamis (22/9). Permasalahan yang dihadapi pada umumnya menyangkut jumlah air baku yang tak kunjung bertambah dan tingkat kehilangan air yang masih tinggi. Melalui seminar ini diharapkan ada solusi.

Ketua DPD Perpamsi DKI Jakarta, Erlan Hidayat, menyampaikan butuh sinergi yang kuat dari seluruh PDAM untuk dapat melayani masyarakat serta memenuhi target pencapaian yang di berikan oleh pemerintah. “Dengan mengajak para pemangku kepentingan untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam pengelolaan air sehingga dapat meningkatkan pelayanan,” ujar Erlan yang juga Dirut PAM Jaya.

Jargon “Bersinergi Demi Air” pada kegiatan ini sebagai bentuk komitmen para penggiat pengelola air minum untuk saling bersinergi menghadapi tantangan global pengelolaam PDAM dalam rangka menjalankan mandat pemerintah. “Kita juga harus memperluas dan mempererat kemitraan demi peningkatan akses air minum,” kata Erlan pada acara yang menghadirkan sejumlah narasumber seperti Tirta Hidayat dari Setwapres RI, nov Gregory Palenkahu dari BPK RI, Faizal Basri pengamat ekonomi, Rosan Roeslani Ketua Kadin, Refly Harun, dan lainnya.

Kegiatan ini merupakan seminar ke-4 yang pernah diadakan oleh DPD PERPAMSI DKI Jakarta. Seminar yang berlangsung selama tiga hari diikuti 315 peserta, terdiri dari badan pengawas dan direksi PDAM seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU dengan perwakilan dari Jepang tentang peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan masyarakat.

(joko/sir)