Saturday, 25 November 2017

Hindari Aktivitas Apapun Saat Merasakan Gejala Serangan Jantung

Jumat, 23 September 2016 — 8:46 WIB
Para pembicara temu media kenali risiko penyakit jantung dan pencegahannya. (ist)

Para pembicara temu media kenali risiko penyakit jantung dan pencegahannya. (ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Serangan jantung harus ditangani dengan tepat dan cepat. Jika tidak maka akibatnya bisa fatal. Penderita bisa langsung meninggal dunia. Karena itu kenali gejala serangan jantung dan kuasai cara pertolongan pertamanya.

Gejala serangan jantung amat khas. Menurut ahli kardiovaskuler Dr dr Ismoyo Sunu SpJK (K) FIHA FasCC, umumnya serangan jantung ditandai dengan rasa nyeri didada utamanya sebelah kiri. Nyeri tersebut seringkali tembus hingga tulang belakang dan menjalar ke lengan kiri juga leher.

“Ada rasa nggak enak, tidak seperti biasa sakitnya. Kadang rasanya seperti panas didada,” kata Ismoyo di sela temu media bertema kenali faktor risiko penyakit jantung dan pencegahannya.
Jika merasakan gejala khas serangan jantung, sebaiknya pasien jangan panik. Tenangkan diri, tiduran dengan setengah duduk, jangan tidur terlentang. Hindari aktivitas seperti minum, batuk atau makan atau bahkan bicara berlebihan.

“Harus tidak ada aktivitas sama sekali, supaya jantung yang sedang mengalami serangan tidak bertambah berat,” lanjutnya.

Setelah itu, segera meminta pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit. Pertolongan yang cepat akan memungkinkan kerusakan jantung bisa diminimalisir.

Ismoyo mengatakan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) menjadi jenis penyakit jantung terbanyak didunia. Penyebabnya adalah penyempitan akibat proses pengerasan (aterosklerosis) pembuluh darah koroner. Aterosklerosis dihubungkan dengan beberapa faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kadar kolestreol tinggi, kebiasaan merokok, penyakit kencing manis, dan riwayat keluarga.
Adapun tren penyakit jantung saat ini lanjut Ismoyo adalah nyeri dada (angina) stabil. Keluhan nyeri dada timbul ketika sedang melakukan aktivitas fisik dan berkurang saat istirahat.

Lalu serangan jantung (sindrom koroner akut). Keluhan nyeri penyakit jantung jenis ini bisa timbul saat aktivitas ataupun istirahat. Biasanya dirasakan lebih dari 20 menit, dan seringkali disertai mual, muntah, keringat dingin.

Sementara itu dr Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes mengakui tren penyakit jantung kian hari kian meningkat. Penyakit jantung kini bahkan menjadi pembunuh nomor dua setelah stroke.

Sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk penanganan penyakit jantung dalam laporan keuangan BPJS Kesehatan mencapai Rp 7 triliun per tahun. Biaya tersebut tergolong paling besar diantara 8 jenis penyakit berbiaya mahal lainnya yang terdeteksi oleh BPJS Kesehatan.

“Padahal penyakit jantung koroner ini 80 persen bisa dicegah. Tetapi banyak orang yang sudah tahu hanya saja belum mau melakukan pencegahan,” jelasnya.

Adapun kunci untuk terhindar dari penyakit jantung adalah tidak merokok, rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit selalam 5 kali dalam seminggu, tetap menjaga berat ideal, jaga tekanan darah, jaga kolesterol, pertahankan gula darah normal dan hindari stres.
(faisal/sir)