Friday, 24 November 2017

Jemaah Haji Doakan Korban Banjir Garut Dari Tanah Suci

Jumat, 23 September 2016 — 13:32 WIB
Jemaah asal kloter 37 Embarkasi Jakarta - Bekasi ingin berdoa di Raudlah Masjid Nabawi untuk korban bencana banjir di Garut.

Jemaah asal kloter 37 Embarkasi Jakarta - Bekasi ingin berdoa di Raudlah Masjid Nabawi untuk korban bencana banjir di Garut.

MEKKAH – Indonesia berduka seiring musibah banjir bandang yang terjadi di Garut pada Rabu (21/09) malam. Lebih dari dua puluh orang dinyatakan meninggal serta beragam fasilitas, termasuk fasilitas pendidikan yang rusak karena diterjang air bah.

Duka Garut tidak hanya dirasakan warga bangsa di Indonesia. Jemaah haji Indonesia yang masih di Tanah Suci juga ikut merasakan kesedihan atas musibah yang melanda. Aep Saiful Rahmah dan Syarifah misalnya, pasangan suami istri ini mengaku sedih mendengar kabar musibah dari kawasan selatan provinsi Jawa Barat itu.

Ditemui saat akan berangkat ke Madinah dari Hotel New Al Marwah, Aziziah, Saiful mengaku akan berusaha ke Raudlah Masjid Nabawi untuk memanjatkan doa bagi korban bencana Garut.

“Saya akan berusaha ke Raudlah. Saya berangkat dari Indramayu tapi asli saya dari Garut. Sekarang garut kena musibah. Insya Allah, saya akan mendoakan yang meninggal dunia korban musibah. Insya Allah akan mendoakan di Raudlah,” harapnya dengan mata berkaca. Istrinya, Syarifah pun mengamini niat suaminya untuk mendoakan korban musibah Garut saat di Raudlah Masjid Nabawi Madinah.

Selama di Madinah, Saiful dan Syarifah berniat untuk menyelesaikan prosesi Arbain di Masjid Nabawi. Raudlah Masjid Nabawi adalah salah satu tempat mustajabah untuk melangitkan harapan kepada Allah Swt. untuk itu, banyak jemaah haji Indonesia yang berusaha mengambil kesempatan berdoa di salah satu sudut Masjid Nabawi yang bersebelahan dengan makam Nabi dan ditandai dengan karpet berwarna hijau.

Ketua rombongan dua JKS 037, Abdul Aziz juga sudah meniatkan diri untuk menyelesaikan proses Arbain di Masjid Nabawi Madinah. Jika mendapat kesempatan beribadah di Raudlah, Abdul Aziz mengaku akan memanfaatkan moment itu untuk memohon ampunan kepada Allah Swt. “Juga bersalawat kepada Nabi Muhammad yang menjadi panutan dan kebanggaan kita. Alhamdulillah, kami bisa hadir dan berziarah di makam Nabi,” ujarnya sembari tersenyum bahagia.

Sebanyak 15 kloter jemaah haji Indonesia gelombang kedua hari ini mulai diberangkatkan menuju Madinah Al-Munawwarah. Mereka akan tinggal selama 8-9 hari di sana untuk menjalankan prosesi ibadah Arbain (salat wajib berjamaah selama 40 waktu berturut-turut) di Masjid Nabawi.

Selain JKS 037, diberangkatkan pada Kamis pagi SUB 035 dan JKS 036. Sejak hari ini, proses pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Madinah akan berlangsung secara bergelombang setiap hari, sejak pagi hingga sore, sebelum Magrib.

(kemenag/sir)