Wednesday, 19 September 2018

Jessica Mengaku Pernah Ingin Bunuh Diri

Senin, 26 September 2016 — 23:37 WIB
Suasana persidangan kasus Jessica ketika polisi Australia dihadirkan jadi saksi

Suasana persidangan kasus Jessica ketika polisi Australia dihadirkan jadi saksi

JAKARTA (Pos Kota)- Polisi dari New South Wales, Australia, John J Torres, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), mengatakan ada 15 laporan di kepolisian Australia yang menyangkut atas nama Jessica Kumala Wongso.

Dari beberapa laporan tersebut diantaranya mengatakan bahwa Jessica pernah berusaha mencoba bunuh diri, lewat pesan singkat yang dikirim kepada mantan pacarnya Patrick oconer. Lantaran takut Jesica akan melakukan hal itu kemudian Patrick melaporkannya kepada polisi.

“Nomor laporan E 60092342. Tertanggal 15 November 2015, Patrick menghubungi polisi yang khawatir nona Wongso akan bunuh diri yang disampaikan dia (Jessica) lewat pesan singkat,” ujar John dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016).

Saat ditanya, Jessica mengakui perbuatan itu dan mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan depresi dan kecewa karena Patrick tidak menepati janji akan menemuinya pada hari itu.

“Nona Wongso jadi depresi karena beliau tidak mendapatkan pesan singkat dari Patrick ketika sudah membuat rencana pada hari itu, Patrik yang saat itu tidak ada di alamat tersebut menghubungi polisi untuk mengecek keadaan Wongso,” kata John didepan majelis.

Dalam kejadian ini tim kesehatan mental diturunkan untuk mengecek kesehatan jiwa pada Jessica, karena polisi mengetahui (Jessica) akan menyakiti dirinya sendiri pada akhir-akhir ini.

“Namun Wongso kali ini mengatakan baik-baik saja dan mengijinkan polisi memeriksa rumahnya, polisi menemukan botol wiski dan pisau besar di samping tempat tidur nona Wongso,” lanjut John.

Jessica yang dimintai keterangan terkait barang-barang tersebut, menyangkal dan tidak mengakui keberadaan benda-benda itu justru dia memberi alasan bahwa dia mempunyai permasalahan “berjalan” saat tidur.
Setelah itu polisi langsung menyerahkan Jessica kepada tim kesehatan mental untuk diperiksa kejiwaannya.

Wayan Mirna Salihin tewas setelah menenggak es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Jakarta Pusat, 6 Januari 2016 lalu, kopi dipesan teman korban, Jessica Kumala Wongso. Kemudian, Jessica dijadikan terdakwa tunggal sebagai penanggung jawab atas kematian temannya, dia didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. (Yendhi)