Thursday, 15 November 2018

Ketika Alam Ratusan Tahun Membentuk ‘Bidak Catur’ di Ciemas

Senin, 26 September 2016 — 17:34 WIB
Batu mirip bidak atur yang diduga peninggalan bersejarah ditemukan di Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi. FT: Facebook Ade Mulyono

Batu mirip bidak atur yang diduga peninggalan bersejarah ditemukan di Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi. FT: Facebook Ade Mulyono

SUKABUMI (Pos Kota) – Situs batu purbakala berbentuk bidak catur ditemukan di Geopark Ciletuh, tepatnya di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sungguh indah. Batu yang menyerupai bidak catur kuda, benteng, menteri dan pion lainnya itu bukan buah tangan manusia.

Kepastian bidak yang berukuran mulai 50 cm itu bukan buatan manusia diperolah dari hasil kajikan sejumlah arkeolog dan petugas geologi Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi membenarkan hasil kajian tersebut.
Namun, proses pengkajian masih terus dilakukan untuk mengungkap temuan benda purbakala ini.

“Informasi dari arkeolog dan petugas geologi, batu yang menyerupai bidak catur itu sudah berusia ratusan tahun, dan terbentuk melalui proses alam sehingga bisa dikatakan tidak ada campur tangan manusia,” kata Riyadi kepada wartawan, Senin (26/9/2016).

Menurutnya, lokasi tersebut bisa dijadikan destinasi wisata pendidikan. Bahkan bisa disebut sebagai keajaiban alam.

“Kami terus berkoordinasi dengan arkeolog dan ahli geologi untuk mengungkap temuan benda purbakala ini. Karena benda-benda ini dipastikan memiliki sejarah. Artefak tersebut diperkirakan tersebar di lahan seluas satu hektare yang muncul akibat terkikis hujan,” ungkapnya. (sule/yp)